Tucker Carlson Sebut Israel Kirim Agen Mossad untuk Bom Arab Saudi dan Qatar
POROS PERLAWANAN – Komentator politik dan jurnalis Amerika Serikat, Tucker Carlson melontarkan pernyataan mengejutkan tentang aktivitas mata-mata Israel di kawasan Teluk. Ia menyatakan bahwa Arab Saudi dan Qatar baru saja menangkap agen Dinas Intelijen Israel, Mossad, yang diduga merencanakan aksi pengeboman di kedua negara tersebut.
“Mengapa Israel melakukan pengeboman di negara-negara Teluk, yang juga diserang oleh Iran? Bukankah mereka berada di pihak yang sama?” ujar Carlson dalam program yang tayang Senin 2 Maret.
Carlson menegaskan bahwa Israel justru ingin mencelakai negara-negara Arab yang selama ini menjadi sekutu Washington. “Israel ingin menyakiti Iran, dan Qatar, UEA, Arab Saudi, Bahrain, Oman, dan Kuwait,” tegasnya. Ia juga menyebut Israel sengaja menabur kekacauan di antara sekutu Arab Amerika.
Klaim di Tengah Perang
Pernyataan kontroversial ini muncul di tengah eskalasi militer besar-besaran. Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan ke Iran yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, sejumlah pejabat senior, serta sekitar 150 anak-anak dalam serangan di sebuah sekolah di Iran selatan, Sabtu lalu.
Iran membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika dan menutup jalur perdagangan minyak. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengeklaim telah menghujani lebih dari 500 situs AS dan Israel dengan 700 drone dan ratusan rudal.
Rekam Jejak Konflik Carlson-Israel
Ini bukan kali pertama Carlson berseteru dengan Israel. Pada Februari lalu, ia dan timnya sempat ditahan pasukan Israel tak lama setelah mewawancarai Duta Besar AS untuk Israel, Mike Huckabee. Dalam wawancara itu, Huckabee menyebut Yahudi memiliki “hak Ilahi” untuk menjajah tanah Palestina dan menyangkal identitas nasional Palestina.
Sebelumnya, Carlson juga mengecam perlakuan Israel terhadap umat Kristen di Tepi Barat dan Yerusalem. Ia menuduh Huckabee gagal melindungi warga Kristen yang menjadi sasaran serangan pemukim Yahudi.
Ketegangan memuncak pada 2025. Setelah Carlson mengunjungi pengungsi Palestina dari Gaza di Qatar dan menuduh Israel membunuh anak-anak, sebuah kelompok advokasi pro-Israel di AS menobatkannya sebagai “Anti-Semit Tahun Ini” karena konsistensinya menentang genosida Israel di Gaza.
