Tucker Carlson Sebut Jeffrey Epstein Bekerja untuk Mossad dan Pertanyakan Keheningan Washington
POROS PERLAWANAN – Dilansir Al Mayadeen, mantan pembawa acara Fox News, Tucker Carlson, yang kini dikenal sebagai komentator politik konservatif, melontarkan tuduhan mengejutkan terkait mendiang Jeffrey Epstein. Dalam pidatonya di acara Konferensi Mahasiswa Turning Point USA, Carlson menyatakan bahwa “semua orang di Washington” meyakini Epstein bekerja untuk Badan Intelijen Israel, Mossad, dan menggunakan jaringan prostitusi untuk memeras tokoh-tokoh berpengaruh.
“Tidak ada yang bisa menjelaskan bagaimana pria yang hanya pernah menjadi guru matematika tanpa gelar ini bisa memiliki rumah terbesar di Manhattan, jet pribadi, dan pulau sendiri,” ujar Carlson di hadapan ratusan mahasiswa. Ia menyebut ada keengganan luar biasa di kalangan elite politik untuk menggali lebih dalam asal-usul kekayaan dan jaringan Epstein.
Carlson menyebut bahwa keterlibatan Epstein dalam skandal perdagangan seks hanyalah permukaan dari misteri yang lebih besar. Ia menuding bahwa Epstein bisa saja menjalankan operasi pemerasan atas nama Mossad, dan ini menurutnya telah menjadi rahasia umum di kalangan pejabat AS.
“Mengapa tabu jika kita mempertanyakan apakah ada pemerintah asing yang terlibat? Ini bukan antisemitisme. Ini adalah pertanyaan sah demi kedaulatan dan keamanan nasional,” tegas Carlson, seraya menambahkan bahwa kritik terhadap pemerintah asing bukan berarti membenci negara tersebut.
Tuduhan ini muncul di tengah laporan Departemen Kehakiman AS yang menyatakan tidak menemukan bukti kuat bahwa Epstein memeras siapa pun atau bekerja untuk agen intelijen asing. Laporan tersebut juga menegaskan kematian Epstein sebagai bunuh diri di sel tahanan pada 2019.
Namun Carlson meragukan kesimpulan tersebut, menyebut penyelidikan Pemerintah “gagal sejak awal”. Ia menyoroti bagaimana surat perintah penggeledahan terhadap Epstein disusun dengan cara yang “tidak akan pernah mengungkap bukti yang memberatkan”.
Carlson juga mengkritik mantan Jaksa Agung Florida, Pam Bondi, yang menurutnya gagal memenuhi janji untuk membuka semua informasi kepada publik. Ia menilai bahwa penyelidikan selama ini lebih berfokus pada perlindungan Epstein daripada mengungkap kejahatannya.
Menutup pidatonya, Carlson menyerukan transparansi penuh dalam kasus Epstein, terlebih mengingat besarnya bantuan militer dan keuangan AS kepada Israel. “Jika ada kejahatan yang dilakukan di tanah kita, kita berhak tahu siapa pelakunya, siapapun mereka,” tegasnya.
