UEA Desak AS–Israel Serang Iran dalam 24 Jam di Tengah Eskalasi Teluk
POROS PERLAWANAN — Seorang pejabat Uni Emirat Arab menyampaikan permintaan agar Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran dalam 24 jam ke depan, di tengah lonjakan ketegangan kawasan Teluk. Pernyataan tersebut disampaikan dalam wawancara dengan CNN pada Senin malam, 4 Mei 2026, dan dikutip oleh Fars News Agency.
Dalam pernyataannya, pejabat itu menilai konfrontasi militer hampir tak terhindarkan dan perlu segera dilanjutkan. Ia menyebut UEA menginginkan tindakan militer dilakukan dalam waktu dekat.
Dorongan tersebut muncul ketika situasi di Selat Hormuz memanas. Ketegangan meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan pengawalan kapal di jalur pelayaran tersebut. Kebijakan ini dinilai memperbesar risiko salah perhitungan di salah satu titik vital distribusi energi global.
Di lapangan, otoritas UEA melaporkan sirene peringatan berbunyi beberapa kali dalam satu hari. Pemerintah setempat mengklaim wilayahnya menjadi sasaran serangan rudal, meski belum ada verifikasi independen terkait skala maupun dampaknya.
Hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Washington maupun Tel Aviv terkait rencana operasi militer baru. Pemerintah Iran juga belum memberikan tanggapan terbuka atas pernyataan tersebut.
Perkembangan ini menandai eskalasi yang semakin tajam. Pernyataan politik kini bergerak seiring dengan indikator militer, sementara risiko gangguan terhadap jalur pelayaran internasional dan stabilitas pasar energi global terus meningkat.
