Ulama Sunni Tegaskan Syiah dan Sunni Bersatu dalam Solidaritas Melawan Israel
POROS PERLAWANAN — Dalam khotbah Jumat yang disampaikan di kota Fahraj, Provinsi Kerman, Imam Jumat Negin Kavir, Yaqoub Abvarz menegaskan bahwa tidak ada perbedaan antara Syiah dan Sunni dalam menghadapi agresi militer Israel. Ia menyatakan bahwa seluruh umat Islam bersatu dalam semangat perlawanan terhadap kezaliman dan pembelaan terhadap kedaulatan Iran.
“Penghancuran Israel tidak mengenal Syiah atau Sunni. Kita semua berdiri bersama dalam persatuan dan di bawah panji Islam, untuk membela Tanah Air tercinta hingga tetes darah terakhir,” ujar Abvarz penuh semangat di hadapan jemaah, seperti dilaporkan Mehr News pada Jumat 13 Juni.
Pernyataan tersebut merupakan respons atas serangkaian serangan yang dilakukan oleh Militer Israel, yang menewaskan sejumlah tokoh penting Iran, termasuk ilmuwan nuklir dan pejabat tinggi militer. Aksi ini memicu gelombang duka nasional dan kecaman luas di seluruh penjuru negeri.
Beberapa tokoh yang disebut sebagai korban di antaranya Mayor Jenderal Hossein Salami, Mayor Jenderal Mohammad Bagheri, Mayor Jenderal Gholam Ali Rashid, serta ilmuwan nuklir Dr. Mohammad Tehranchi dan Dr. Fereydoun Abbasi. Mereka gugur dalam serangan yang dikutuk sebagai pengecut dan kriminal.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada Pemimpin Tertinggi Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, keluarga para syuhada, dan seluruh rakyat Iran atas kehilangan besar ini,” lanjut Abvarz.
Ia menegaskan bahwa perjuangan tidak akan berhenti pada kematian para syuhada. Sebaliknya, semangat perlawanan akan diwariskan dan diteruskan oleh generasi penerus.
“Persatuan umat adalah senjata kita. Kami tidak akan membiarkan darah para syuhada mengalir sia-sia,” tegasnya.
Pernyataan ini mencerminkan meningkatnya solidaritas lintas mazhab di tengah situasi yang memanas, serta menunjukkan bahwa konflik dengan Israel telah menambah konsolidasi politik dan spiritual di kalangan umat Islam Iran.
