Ultimatum Ansharullah kepada Warga Zionis Israel: Pulanglah Segera ke Negara Asal Kalian Selagi Masih Ada Kesempatan
POROS PERLAWANAN – Salah seorang petinggi Ansharullah, Hazam al-Asad pada hari Jumat 10 Januari mengirim pesan ancaman berbahasa Ibrani kepada orang-orang Zionis.
“Bersiaplah untuk masa depan. Kami tidak sekadar mengancam seperti Si Badut Netanyahu. Kami akan membiarkan rudal dan drone berbicara di jantung musuh,” cuit al-Asad, diberitakan Fars.
“Kami akan berbuat sedemikian rupa sehingga para pemukim Zionis akan mengutuk Herzl, Balfour, Ben Gurion, Inggris, dan semua pihak yang telah membawa mereka ke Palestina. Kami tidak akan meninggalkan Palestina sendirian.”
Dalam statemen yang dirilis pada Jumat malam tadi, Dewan Tinggi Politik Yaman mengutuk keras serangan gabungan AS, Inggris, dan Israel ke daerah yang berdekatan dengan tempat berlangsungnya demo warga Yaman di Sanaa.
Dewan Tinggi Politik Yaman menyatakan, serangan tersebut adalah pelanggaran nyata kedaulatan Yaman dan sebuah peningkatan eskalasi berbahaya.
“Rakyat Yaman tidak takut kepada serangan-serangan ini. Bahkan mereka akan menghadapinya dan melakukan pembalasan,” tandas Dewan Tinggi Politik Yaman.
Dewan ini menyanjung keteguhan bangsa Yaman dalam membela warga Gaza, seraya menambahkan,”Kami meminta dari negara-negara dunia untuk mengutuk peningkatan eskalasi AS-Zionis sebelum menyebabkan perang serta neraka di Kawasan.”
Ditujukan kepada Netanyahu, yang disebut sebagai penjahat perang, Dewan Tinggi POlitik Yaman menyatakan,”AS sama sekali tidak berguna untuk kalian. AS tiap beberapa saat kabur dengan membawa kekalahan lantaran takut kepada serangan Angkatan Bersenjata kami.”
“Kalian masih punya kesempatan untuk kembali ke negara-negara asal kalian, sebelum kalian tidak punya peluang sama sekali untuk melakukannya,” kata Dewan Tinggi Politik Yaman kepada orang-orang Israel.
Pada Jumat sore kemarin, media-media Yaman memberitakan serangan jet-jet AS-Inggris sebanyak 12 kali ke kota Haraf Sufyan di Provinsi Amran (utara Yaman). Serangan-serangan udara itu tidak menimbulkan kerugian.
