Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Ulyanov: Kampanye ‘Tekanan Maksimum’ AS Dorong Kemajuan Program Nuklir Iran

Ulyanov: Kampanye 'Tekanan Maksimum' AS Dorong Kemajuan Program Nuklir Iran

POROS PERLAWANAN – Wakil Rusia di organisasi internasional di Wina, Mikhail Ulyanov menilai langkah Iran dalam mengurangi komitmennya di JCPOA adalah buah dari Kampanye “Tekanan Maksimum” Pemerintah AS.

Melalui cuitan di Twitter, Ulyanov menanggapi klaim media Saudi, Arab News, soal kemungkinan ekspansi Iran jika AS mengurangi sanksi-sanksinya. Ia menulis, ”Ada banyak penentang JCPOA, yang jelas-jelas tidak bisa mengajukan alternatif yang sesuai untuk menghidupkan JCPOA”.

Dilansir Fars, Ulyanov lalu melanjutkan cuitannya dengan mengkritik Kampanye “Tekanan Maksimum” Washington atas Teheran. Ia menyatakan, ”Berlanjutnya Tekanan Maksimum justru menyebabkan program nuklir Iran lebih maju dari pembatasan yang ada di JCPOA dan meningkatkan ketegangan di kawasan Teluk Persia”.

JCPOA adalah perjanjian antara Iran dan lima negara Anggota Tetap Dewan Keamanan PBB (AS, Rusia, Prancis, Inggris, dan China) beserta Jerman (yang dinamakan kelompok 5+1). Kesepakatan ini dijalin pada Juli 2015 silam.

Sejak awal, AS telah mengingkari janji dan berusaha untuk mengurangi aspek keuntungan ekonomi Iran dalam JCPOA.

Pelanggaran AS kian bertambah seiring naiknya Donald Trump ke puncak kekuasaan AS. Dia berkali-kali mengancam akan menarik negaranya keluar dari kesepakatan tersebut.

Akhirnya pada tanggal 8 Mei 2018, Trump secara resmi mengeluarkan AS dari JCPOA dan kembali mengaktifkan sanksi-sanksi atas Iran.

Teheran sendiri menegaskan, dengan mempertimbangkan keluarnya AS secara sepihak dari JCPOA dan tidak adanya komitmen negara-negara Eropa anggota JCPOA, maka berdasarkan Pasal 36 JCPOA Iran mulai mengurangi komitmennya dalam kesepakatan ini.

Anggota JCPOA seperti Rusia dan China berulang kali menegaskan, “Tekanan Maksimum” AS atas Iran adalah pangkal utama gesekan terkait program nuklir Iran.

Tags: