Ungkap Krisis di Instansi Kemiliteran Israel, Walla: Nantikan Ledakan Besar dalam Waktu Dekat!
POROS PERLAWANAN – Situs berbahasa Ibrani, Walla, melaporkan bahwa perseteruan antara Menteri Perang, Yisrael Katz dan Kepala Staf Militer Israel, Herzi Halevi telah mendekati titik konfrontasi dan ledakan.
Diberitakan Tasnim, Walla dalam laporannya menyatakan:”Katz memasuki Kantor Staf Militer Israel yang berada di tingkat 14 gedung Kementerian Perang. Dengan tindakan ini, ia menunjukkan bahwa dirinya bukan sekadar pion untuk mengabulkan keinginan-keinginan Militer.”
“Di tahap awal, kehadiran Katz pada tanggal 7 November 2024 di Kantor Staf Militer untuk menantang Instansi Keamanan. Tujuannya adalah menunjukkan bahwa era dikabulkannya semua permintaan Militer telah berakhir. Katz juga ingin menghilangkan pandangan bahwa Menteri Perang baru ini adalah seorang amatir yang tidak memahami masalah kemiliteran.”
“Saat ini, penilaian terhadap kondisi Staf Militer menunjukkan atmosfer permusuhan di sana. Sekarang kita menyaksikan ketegangan panas antara Halevi dan Kantor Menteri Perang. Katz menunjukkan dirinya tidak sungkan mengkritik Militer secara terang-terangan. Dia bahkan menyampaikan instruksi-instruksinya kepada Militer secara langsung tanpa melalui Halevi.”
“Tak lama berselang, suara ledakan dari konfrontasi ini pun terdengar; kehebohan yang disebabkan oleh Jubir Militer, Daniel Hagari. Upaya lisan dan tertulisnya justru memberikan hasil terbalik dan tak mampu menangkal Kantor Menteri Perang. Mereka lupa bahwa meski Menteri Perang bukan seorang personel militer berpengalaman, namun dia adalah seorang politisi ulung. Dia bisa bereaksi jauh lebih cepat dari yang diduga, bahkan tampil lebih tangguh dari yang diprediksikan.”
“Saat ini, hubungan ini berada di ambang ledakan. Sekarang kita di ambang kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan. Ini berarti bahwa level konflik di seluruh front akan mereda. Berdasarkan prediksi Jenderal Amir Baram dalam surat pengunduran dirinya, kita akan menyaksikan eskalasi dalam hubungan kedua belah pihak. Kemungkinan eskalasi ini akan berujung kepada sebuah ledakan besar.”
“Para perwira tinggi Militer Israel meyakini, Halevi mesti mengumumkan bahwa misinya telah berakhir, supaya dia tidak dikejutkan oleh keputusan sepihak Katz. Sumber-sumber di Instansi Militer Israel berpendapat bahwa saat yang menentukan kian mendekat.”
