Loading

Ketik untuk mencari

Analisa

Uni Eropa Sanksi Petinggi Basij dan IRGC, Bukti Strategi Eropa Serupa AS-Israel Saat Hadapi Iran

Uni Eropa Sanksi Petinggi Basij dan IRGC, Bukti Strategi Eropa Serupa AS-Israel Saat Hadapi Iran

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, Uni Eropa dikabarkan mencantumkan Komandan IRGC, Komandan Basij, Komandan Kepolisian Iran, dan sejumlah perwira IRGC dalam daftar sanksinya.

Dalam kebijakan luar negeri dan pascakeluarnya Trump dari JCPOA, Uni Eropa sudah menunjukkan diri sebagai pengikut kebijakan AS. Namun langkah Uni Eropa dalam menjatuhkan sanksi atas para petinggi IRGC di masa Joe Biden “merupakan pesan pertama dan paling resmi untuk AS dan dunia, bahwa Brussels tidak memiliki kemandirian dalam kebijakan luar negerinya”.

Dalam masalah program nuklir Iran dan setelah keluarnya AS dari JCPOA, Uni Eropa tak hanya memaksa Iran dengan berbagai cara untuk tetap memegang komitmennya di JCPOA, tapi juga “berbagi tugas” dengan AS untuk memerankan “polisi baik” dalam menghadapi Iran.

Bangsa Iran tidak akan lupa bahwa Eropa sama sekali tidak memenuhi satu pun dari 11 komitmennya di JCPOA. Iran pun akhirnya mengesahkan dan menerapkan UU Tindak Strategis sebagai cara barunya untuk melawan tekanan Barat.

Di tengah hangatnya perundingan Wina, ada beberapa alasan yang mendorong Uni Eropa menjatuhkan sanksi terhadap tokoh-tokoh IRGC: Pertama, Uni Eropa dengan tindakan ini berusaha mendoktrinkan klaim usang soal adanya kesenjangan antara IRGC dan bangsa Iran.

Kedua, seperti biasanya, Uni Eropa menggunakan kebijakan “tekanan dari bawah” dan “tawaran dari atas” untuk membantu mewujudkan tujuan-tujuan AS dalam perundingan Wina.

Ketiga, Uni Eropa berupaya menemukan celah untuk memasukkan isu rudal dan kekuatan regional Iran dalam agenda perundingan di Wina.

Sanksi Uni Eropa atas petinggi IRGC diberlakukan persis sehari setelah aksi sabotase Israel di fasilitas nuklir Natanz. Hal ini mendukung fakta bahwa tidak ada perbedaan dalam strategi AS, Eropa, dan Israel dalam menghadapi Iran.

Jelas bahwa munculnya pesan-pesan yang terkoordinasi seperti ini dalam waktu bersamaan justru akan membuat Iran kian mewaspadai musuh-musuhnya. Selain itu, pesan-pesan ini tidak akan mendatangkan manfaat lain.

Kini harus ditunggu dan dilihat apakah masalah sanksi atas petinggi IRGC ini akan menampakkan diri dalam perundingan di Wina? Atau apakah tindakan Uni Eropa ini akan mengembalikan perundingan Wina kembali ke titik sebelumnya?

Tags: