Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Serdadu Saudi Pilih Gabung Ansharullah dan Syahid Bela Yaman, Riyadh Ketakutan Bukan Main

Serdadu Saudi Pilih Gabung Ansharullah dan Syahid Bela Yaman, Riyadh Ketakutan Bukan Main

POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, Saudi sejak awal tahun ini telah melakukan sejumlah tindakan, yang menunjukkan kekhawatirannya atas potensi penyusupan intelijen Yaman di tengah pasukannya.

Setelah sejumlah serangan udara yang menghantam fasilitas minyak Aramco, Saudi melarang semua pekerja Aramco asal Yaman untuk memasuki ladang-ladang minyak, kilang minyak, dan semua fasilitas perusahaan ini di Saudi.

Selain itu, para pekerja Yaman di Saudi juga mendapat lebih banyak tekanan. Namun, baru-baru ini terbetik berita bahwa seorang mantan anggota Angkatan Darat Saudi bernama Abdulaziz Saad Umar atau Abu al-Izz gugur di barisan Tentara dan Komite Rakyat Yaman. Kabar ini kontan mengejutkan Pemerintah Saudi.

Abdulaziz adalah penduduk distrik Sulaimaniyah di Makkah. Di akhir tahun 2015, ia ditawan oleh Pasukan Yaman di perbatasan selatan Saudi. Namun ketika para tawanan Saudi yang bersamanya dibebaskan, ia menolak kembali ke negaranya.

Abdulaziz lalu menjadi anggota Ansharullah dan bergabung dengan para pejuang Yaman. Dia pun tinggal di Sanaa dan menikah di sana. Teman-temannya mengatakan, Abdulaziz bertempur dengan gagah berani di banyak front.

Akhirnya pada 23 Maret lalu, Abdulaziz gugur di front Sirwah. Jenazahnya pun diiringi di Sanaa sebagai syahid Saudi pertama di barisan Tentara dan Komite Rakyat Yaman.

Setelah syahadah Abdulaziz, para petinggi Ansharullah menyeru warga Sanaa untuk mengiringi jenazahnya. Ribuan orang pun turut hadir dalam pengiringan jenazah Abdulaziz.

Gugurnya Abdulaziz memicu kehebohan besar di tengah aktivis medsos Saudi. Sebagian mereka segera membantah kabar itu dan mengklaim bahwa Abdulaziz adalah warga asli Yaman. Sebagian lain menyanggah dan mengatakan bahwa Tentara Saudi tidak menerima serdadu yang lahir di luar Saudi. Sebab itu, mereka menilai bergabungnya Abdulaziz ke Ansharullah sebagai alarm bahaya.

Di pihak lain, sejumlah sumber di Sanaa mengutip data-data intelijen bahwa Kemenhan Saudi telah mengeksekusi 24 perwira dan serdadu Saudi atas tuduhan memberikan informasi kepada Ansharullah. Sebagian dari mereka adalah para tawanan yang dibebaskan pada akhir tahun lalu.

Menurut sumber-sumber ini, Saudi sengaja mengeksekusi tiga orang terakhir di depan para perwira lain untuk menakut-nakuti mereka. Ini menunjukkan kekhawatiran penguasa Saudi akan pengaruh Yaman di tengah pasukannya.

Tags: