USS Abraham Lincoln ‘Ngacir’ dari Timur Tengah Usai Dirudal Houthi
POROS PERLAWANAN – Kapal induk Amerika Serikat (AS), USS Abraham Lincoln (CVN-72), telah meninggalkan kawasan Timur Tengah, menurut laporan dari United States Naval Institute (USNI) pada Selasa 19 November. Keberangkatan ini terjadi di tengah ketegangan yang meningkat setelah serangan rudal Houthi terhadap kapal-kapal AS di kawasan Laut Merah.
Menurut Pentagon, kepergian USS Abraham Lincoln menandai perubahan strategi militer AS di wilayah tersebut. Pengamanan kawasan kini akan dilanjutkan oleh kapal perusak independen yang telah ditempatkan di lokasi strategis, seperti di Laut Merah dan Mediterania.
USS Abraham Lincoln tiba di Timur Tengah pada Agustus lalu untuk menggantikan USS Theodore Roosevelt, yang sebelumnya telah menjalankan misi di kawasan tersebut. Kapal induk ini menjadi bagian dari Kelompok Serang Kapal Induk AS yang bertugas memastikan stabilitas regional, terutama di tengah konflik yang melibatkan beberapa negara, menurut klaim Pentagon.
Pada November, Angkatan Bersenjata Yaman, telah melancarkan serangan terhadap USS Abraham Lincoln dan kapal perusak AS lainnya di Laut Merah. Juru Bicara Militer Yaman, Brigadir Jenderal Yahya Saree mengungkapkan bahwa serangan tersebut melibatkan rudal balistik dan drone sebagai respons atas aksi militer AS di Yaman dan solidaritas terhadap Palestina di tengah serangan Israel di Gaza.
Dalam pernyataannya, Saree menyebutkan bahwa dua operasi besar telah dilancarkan. Operasi pertama menyasar USS Abraham Lincoln AS di Laut Arab, sementara operasi kedua menargetkan kapal perusak di Laut Merah. Ia mengeklaim bahwa serangan tersebut berhasil menggagalkan upaya serangan balik dari pihak AS.
“Operasi ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa kami tidak akan tinggal diam terhadap pelanggaran yang dilakukan musuh Amerika dan Inggris,” ujar Saree.
Ketegangan di kawasan Laut Merah mencerminkan konflik yang lebih luas di Timur Tengah, termasuk serangan Israel di Lebanon dan Gaza sejak Oktober 2023. Dalam konflik tersebut, Yaman menyatakan dukungannya terhadap perjuangan rakyat Palestina, dan Lebanon yang telah mengalami genosida akibat aksi militer Israel.
