Loading

Ketik untuk mencari

Irak

Usung Agenda AS, ISIS Terobsesi Kuasai Kembali Jurf al-Nasr

Usung Agenda AS, ISIS Terobsesi Kuasai Kembali Jurf al-Nasr

POROS PERLAWANAN – Seorang analis dan pakar militer Irak, Shafa al-Aasam mengabarkan rencana ISIS untuk menguasai kawasan Jurf al-Nasr (Jurf al-Sakhr) di utara Provinsi Babil. Menurut al-Aasam, ISIS berniat untuk memulai serangan ke Baghdad dan sekitarnya.

“Teroris ISIS berusaha untuk mengambil alih kendali atas Jurf al-Nasr di utara Babil, lalu melancarkan serangan ke Ibu Kota dan sekitarnya,” kata al-Aasam kepada al-Maalomah, seperti dikutip Fars.

“Kawasan ini memanjang dari Gurun Barat ke arah perbatasan Suriah, juga titik penghubung menuju kota-kota suci dan kawasan vital lainnya. Oleh sebab itu, perebutan kembali daerah ini menjadi prioritas ISIS,” papar al-Aasam.

Ia menyatakan, kontrol Jurf al-Nasr sendiri sudah ada di tangan al-Hashd al-Shaabi, sehingga infiltrasi teroris dan implementasi rencana-rencana mereka bisa dicegah. Menurutnya, ini berarti bahwa ancaman terhadap Baghdad, kota-kota suci, dan kawasan lainnya di Irak bisa diatasi.

Hingga kini, ada sejumlah laporan terkait aktivitas ISIS di sekitar Baghdad dan Jurf al-Nasr yang terletak sekitar 60 km dari Ibu Kota Irak itu. Tentara AS disebut berada di balik aktivitas ISIS tersebut.

Di sisi lain, sebagian pihak politik dan asing disokong oleh AS untuk mengusir al-Hashd al-Shaabi dari Jurf al-Nasr, yang menghubungkan Babil, al-Anbar, Baghdad, dan Karbala.

Sebelum ini, analis Irak lain, Sabah al-Ukayli mengatakan, ”Tentara AS tiap beberapa waktu menurunkan para teroris di belakang basis-basis al-Hashd al-Shaabi dengan helikopter. Tujuannya adalah agar mereka bisa menyusup ke basis militer al-Hashd al-Shaabi untuk menyerang atau melakukan sabotase di jalur distribusi listrik.”

Al-Ukayli berpendapat, tujuan militer dan strategis AS adalah menciptakan celah di Jurf al-Nasr, mengancam provinsi-provinsi di atas, dan menjustifikasi keberadaan Tentara AS di Irak.

Jurf al-Nasr dibebaskan dari cengkeraman ISIS pada tahun 2014 lalu, melalui sebuah operasi militer bersandi Asyura yang dipimpin Syahid Qassem Soleimani. Sebelum dibebaskan, kawasan itu disebut Jurf al-Sakhr.

Jurf al-Nasr adalah kawasan vital dan strategis, sebab menjadi jalur lalu lalang ratusan ribu peziarah ke Karbala pada bulan Muharam dan Safar.

Tags:

1 Komentar

  1. oxvow Maret 24, 2021

    recommended content, i like it

    Balas

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *