Velayati: Negara yang Berkompromi dengan Israel akan Alami Nasib Buruk
POROS PERLAWANAN – Sekretaris Jenderal Majelis Kebangkitan Islam Internasional, Ali Akbar Velayati, mengeluarkan pernyataan keras yang mengutuk agresi militer Israel di Gaza, Lebanon selatan, dan Suriah. Dan memperingatkan bahwa negara-negara yang memilih berkompromi dengan Tel Aviv akan menghadapi konsekuensi berat.
Dalam pernyataan yang dilansir kantor berita Tasnim pada Jumat malam (4/4), Velayati menyebut serangan brutal Israel terhadap wilayah-wilayah tersebut sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan, dan menyebut Amerika Serikat serta beberapa negara Eropa turut bertanggung jawab atas kejahatan itu.
“Setiap hari agresi meningkat. Serangan terhadap rumah sakit, sekolah, dan pemukiman sipil telah menewaskan ribuan warga tak berdosa,” kata Velayati.
Velayati juga mengkritik keras pemerintahan Suriah yang dinilainya pasif dalam merespons pelanggaran terang-terangan atas kedaulatan wilayah mereka oleh militer Israel.
Tudingan terhadap Barat
Menurut Velayati, dukungan terbuka negara-negara Barat terhadap Israel—baik secara militer, ekonomi, maupun politik—telah memperpanjang rangkaian kekejaman terhadap warga sipil.
“Dukungan ini bukan lagi tersembunyi. Mereka telah menjadi mitra langsung dalam pelanggaran HAM,” tegasnya.
Seruan Aksi Global
Forum Kebangkitan Islam Internasional yang dipimpinnya menyerukan sejumlah langkah konkret kepada komunitas internasional dan negara-negara Muslim:
1. Menjatuhkan sanksi terhadap Israel dan pendukungnya.
2. Membentuk pengadilan internasional untuk menyelidiki kejahatan perang.
3. Mengirim bantuan kemanusiaan segera ke Gaza, Lebanon, dan Suriah.
4. Mendukung perjuangan rakyat di wilayah yang diduduki.
5. Menggelar aksi solidaritas global.
6. Menyelenggarakan konferensi negara-negara Islam untuk membahas respons kolektif.
Velayati menutup pernyataannya dengan peringatan bahwa selama “tumor kanker” Zionisme masih bercokol di kawasan, tak ada negara Muslim yang benar-benar aman.
