Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Velayati: Perdamaian Dibangun dengan Kekuatan, Bukan Janji Kosong

POROS PERLAWANAN — Penasihat Senior Pemimpin Revolusi Islam Iran bidang urusan internasional, Ali Akbar Velayati, memperingatkan bahaya melemahkan Poros Perlawanan demi janji-janji politik yang tidak memiliki jaminan nyata. Menurutnya, perdamaian yang berkelanjutan hanya dapat dibangun melalui keseimbangan kekuatan.

Dalam unggahan di platform X pada Sabtu (6/6/2026), Velayati menyatakan bahwa kebangkitan Iran telah mengubah konfigurasi geopolitik kawasan dan mewujudkan kekhawatiran yang selama ini disuarakan para pemikir Barat.

Ia merujuk pada laporan sejumlah media Barat yang menyebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump membutuhkan kesepakatan sementara untuk membuka kembali Selat Hormuz. Menurut Velayati, kondisi tersebut menunjukkan kegagalan strategi tekanan terhadap Iran sekaligus menjadi indikator keberhasilan Poros Perlawanan dalam mengubah keseimbangan regional.

Velayati juga mengkritik pihak-pihak yang masih menaruh harapan pada kompromi politik tanpa jaminan yang jelas.

“Arsitektur baru keseimbangan kekuatan tidak akan dibangun di atas pelemahan Perlawanan yang heroik,” tulisnya.

Ia menegaskan bahwa kepolosan diplomatik memiliki harga yang mahal. Perdamaian, menurutnya, lahir dari keseimbangan kekuatan, bukan dari janji-janji yang tidak didukung oleh realitas di lapangan.

Pernyataan tersebut dipandang sebagai kritik tidak langsung terhadap Presiden Lebanon, Joseph Aoun, yang dalam beberapa bulan terakhir mendorong pelucutan senjata Hizbullah dengan mengacu pada janji Israel untuk menghentikan serangan terhadap Lebanon.

Dalam wawancara dengan CNN pada Jumat (5/6/2026), Aoun juga menuduh Iran menjadikan Lebanon sebagai alat tawar dalam perundingannya dengan Amerika Serikat.

Pernyataan itu memicu tanggapan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang meminta Presiden Lebanon untuk lebih memusatkan perhatian pada ancaman yang dihadapi negaranya daripada menyalahkan Teheran.

Polemik tersebut berlangsung di tengah gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat antara Lebanon dan Israel. Meski demikian, berbagai laporan menyebut serangan Israel terhadap wilayah Lebanon selatan masih terus berlanjut dan menyebabkan kerusakan pada permukiman warga serta infrastruktur sipil.

Situasi itu membuat perdebatan mengenai pelucutan senjata Hizbullah, hubungan Lebanon-Iran, dan efektivitas jaminan keamanan dari Israel kembali mengemuka dalam politik Lebanon.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *