Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

[VIDEO] Puluhan Ribu Rakyat Yaman Turun ke Jalan Protes Agresi dan Pengepungan Koalisi Agresor Saudi

POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, puluhan ribu orang menggelar aksi unjuk rasa di seluruh Yaman sebagai protes atas blokade habis-habisan Saudi dan penutupan Bandara Internasional Sana’a, yang membuat makanan dan persediaan medis tidak mungkin menjangkau masyarakat miskin di negara yang dilanda perang itu.

Para pengunjuk rasa turun ke jalan di distrik Damt di provinsi selatan Yaman, Dhale, pada Jumat pagi dalam unjuk rasa bertajuk “Pengepungan Koalisi Agresor Membunuh Rakyat Yaman”.

Mereka meneriakkan slogan-slogan menentang Amerika Serikat dan rezim Israel karena mendukung blokade Saudi di Yaman yang dilanda perang.

Di tempat lain di provinsi tenggara Dhamar, demonstran berbaris di kantor Perserikatan Bangsa-Bangsa, mendesak Badan Dunia itu untuk campur tangan dan mencabut pengepungan brutal Saudi.

Orang-orang di daerah Sha’ara di provinsi pegunungan barat laut Sa’ada juga mengecam penderitaan warga Yaman sebagai akibat dari blokade udara dan laut yang dipimpin oleh Saudi.

Demonstrasi serupa diadakan di berbagai daerah di provinsi tengah al-Bayda, provinsi utara al-Jawf serta provinsi barat daya Ibb.

Pengunjuk rasa Yaman juga membanjiri jalan-jalan di Ibu Kota Sana’a selain kota pelabuhan barat Hudaydah dan provinsi utara Hajjah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan Yaman tengah dilanda krisis kemanusiaan terbesar di dunia, dengan 80 persen orang membutuhkan bantuan.

Awal pekan ini, Wakil Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Urusan Kemanusiaan dan Koordinator Bantuan Darurat, Mark Lowcock mengatakan bahwa sekitar 16 juta orang di Yaman akan mengalami kelaparan dan lima juta dari orang-orang itu “tinggal selangkah lagi ke kondisi kelaparan”.

Sekitar 400.000 anak di bawah usia lima tahun mengalami kekurangan gizi parah, katanya.

“Anak-anak itu berada di minggu dan bulan terakhir mereka,” dia memperingatkan. “Mereka akan mati kelaparan.”

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya melancarkan perang di Yaman pada Maret 2015, dengan tujuan membawa Pemerintahan mantan Presiden Abd Rabbuh Mansur Hadi kembali berkuasa dan menumpas gerakan populer Ansharullah.