Wakil Hamas di Iran: Kondisi Palestina Manifestasi ‘Karbala Abad 21’
POROS PERLAWANAN – Dalam pidato sebelum khotbah salat Jumat di kota Ardabil, Wakil Hamas di Iran, Khaled Qadoumi mengutip ayat 75 surah al-Nisa’.
“Dalam ayat ini disebutkan: kenapa kalian tidak berjihad di jalan Allah? Kenapa kalian tidak membantu kaum tertindas, baik dari pria, wanita dan anak-anak, yang dizalimi orang kafir di Makkah; mereka yang selalu mengatakan, ’Ya Allah, selamatkan kami dari kota yang penduduknya zalim ini, Utuslah penjaga dan pelindung bagi kami dari sisi-Mu’,” kata Qadoumi, diberitakan al-Alam.
Menurutnya, ayat surah al-Nisa’ itu mencerminkan situasi penduduk Gaza saat ini. “Hari ini, kami warga Palestina di Gaza membawa badai pada 7 Oktober 2023 lantaran kezaliman dunia, terutama Rezim Zionis, yang didukung penuh Pemerintah AS, baik dari Demokrat maupun Republik sejak 75 tahun lalu,” tegasnya.
“Pada hakikatnya, kondisi dalam negeri Palestina saat ini adalah Karbala abad 21.”
“Seperti yang dikatakan Imam Khomeini, Israel adalah kelenjar kanker. Israel menolak pendapat dunia, rujukan hukum, dan masalah politik. Israel melampaui seluruh batas diplomasi, kemanusiaan, dan hukum. Mereka melakukan kejahatan di Gaza dan Palestina yang merupakan kiblat pertama Muslimin.”
“Sebelum 7 Oktober, kami telah melakukan segalanya bersama para tetangga, negara-negara Kawasan, dan dunia. Namun hasilnya Rezim Zionis memblokade rakyat Palestina, sehingga tidak ada lagi air, makanan, dan kehidupan layak di sana.”
Di lain pihak, Khatib salat Jumat Tehran, Kazem Shadiqi mengkritik pedas KTT OKI-Liga Arab yang tidak membuahkan hasil yang diharapkan untuk Perlawanan.
“Para pemimpin negara-negara Islam berkumpul di Riyadh. Tapi sayangnya mereka tidak memberikan bantuan apa pun kepada Front Perlawanan. Mereka malah menggulirkan solusi Dua Negara. Artinya mereka percaya bahwa tanah yang dijarah di Gaza ini tidak boieh kembali ke tangan bangsa Palestina. Semoga Allah segera membalas dendam kepada musuh-musuh ini atas darah yang mereka tumpahkan di Gaza dan Lebanon,” kata Shadiqi.
