Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Wall Street Journal: Trump Menyadari Risiko Penutupan Selat Hormuz Sebelum Serang Iran

POROS PERLAWANAN — Presiden Amerika Serikat, Donald Trump disebut telah mengetahui potensi penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebelum memutuskan melancarkan operasi militer terhadap Teheran. Informasi tersebut terungkap dalam laporan Wall Street Journal, dilansir Al Mayadeen pada Sabtu 14 Maret saat ketegangan perang di kawasan Teluk meningkat.

Laporan tersebut mengungkap petinggi Militer Amerika telah memperingatkan risiko strategis sebelum operasi dimulai. Ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Keane menyampaikan potensi dampak tersebut kepada Trump. Serangan Amerika berisiko mendorong Iran menutup jalur energi paling vital di dunia.

Trump memahami risiko tersebut namun tetap melanjutkan operasi militer. Laporan Wall Street Journal menyebut Trump memperkirakan Teheran mungkin menyerah sebelum mengambil langkah menutup Selat. Washington juga menilai Militer Amerika memiliki kemampuan menghadapi skenario tersebut.

Selat Hormuz merupakan jalur utama perdagangan energi global. Penutupan jalur ini dapat mengguncang pasar minyak dunia serta memicu krisis energi internasional.

Kekhawatiran di Pentagon

Wall Street Journal juga mencatat kekhawatiran di lingkungan Pentagon. Kapal perang Amerika yang mengawal kapal tanker minyak berpotensi menjadi sasaran serangan Iran.

Ancaman tersebut muncul apabila Washington tidak menghancurkan armada laut Iran serta sistem pertahanan pantai. Target tersebut mencakup drone serta rudal pesisir.

Sejumlah pejabat Amerika memperingatkan konflik dapat berkembang lebih luas apabila jalur pelayaran strategis tersebut berubah menjadi medan konfrontasi terbuka.

Perbedaan Sikap di Lingkaran Pemerintahan

Surat kabar tersebut mengutip sejumlah ajudan serta pejabat Pemerintah yang mendorong Trump mencari jalan keluar dari konflik.

Dorongan tersebut muncul di tengah kekhawatiran perang berkepanjangan. Namun laporan menyebut Presiden Amerika tetap mendorong operasi militer terhadap Iran dan sekutu regionalnya.

Sikap tersebut berbeda dengan pernyataan publik Trump kepada wartawan. Trump menyebut misi Militer Amerika “sebagian besar telah tercapai”.

Sejumlah pejabat Militer memperkirakan operasi dapat berlangsung beberapa pekan ke depan.

Informasi Perang Terbatas di Lingkaran Diplomatik

Laporan tersebut juga mengungkap sejumlah diplomat senior Amerika yang menangani kawasan Timur Tengah tidak menerima informasi lengkap terkait rencana operasi militer.

Sebagian pejabat mengetahui dimulainya pemboman melalui media sosial serta laporan berita.

Tim politik Trump juga berupaya meyakinkan Presiden AS bahwa dukungan kelompok konservatif tetap kuat. Sejumlah jajak pendapat internal disampaikan kepada Trump dalam beberapa hari terakhir. Survei tersebut menunjukkan dukungan signifikan dari basis politiknya terhadap perang.

Respons Iran Lebih Luas dari Perkiraan

Wall Street Journal mencatat respons Iran terhadap serangan Amerika mengejutkan sejumlah pejabat di Washington.

Serangan balasan mencakup peluncuran rudal serta drone ke pangkalan Amerika dan wilayah regional dari Azerbaijan hingga Oman.

Situasi tersebut meningkatkan risiko konflik regional yang lebih luas di Timur Tengah.

Dua Pilihan Strategis

Sejumlah analis mengatakan Trump menghadapi dua pilihan pahit. Mengakhiri permusuhan dan membiarkan Pemerintahan Iran tetap bertahan, atau melanjutkan pengeboman dengan risiko korban lebih besar serta destabilisasi Kawasan.

Pilihan kedua juga membawa konsekuensi tekanan politik domestik di Amerika Serikat.

Upaya Gedung Putih Redakan Pasar

Di tengah lonjakan harga minyak serta tekanan pada pasar saham global, pejabat Gedung Putih menjalankan strategi komunikasi baru.

Pesan resmi Pemerintah menyebut operasi militer akan berakhir setelah tujuan Militer Amerika tercapai.

Trump juga mengatakan kepada wartawan bahwa konflik dapat segera berakhir.

Namun sejumlah pejabat Amerika dalam percakapan tertutup menyebut tidak ada rencana penarikan pasukan dalam waktu dekat. Kapal perang serta pasukan Marinir tambahan justru dilaporkan menuju kawasan Teluk.

Sejumlah analis menilai satu skenario lain tetap terbuka; Trump dapat menyatakan kemenangan lalu mengakhiri operasi militer.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *