Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Walla Beberkan Titik Lemah yang Bakal Seret Israel ke Krisis Besar

Walla Beberkan Titik Lemah yang Bakal Seret Israel ke Krisis Besar

POROS PERLAWANAN – Walla News mengumumkan bahwa, di saat ratusan ribu keluarga Israel berada di ambang krisis dapur-dapur mereka akibat ketiadaan gas, kedatangan kapal tanker pengangkut gas cair telah menyelamatkan Israel dari krisis besar ini.

Dikutip Tasnim dari media berbahasa Ibrani tersebut, dua minggu lalu Israel berada di ambang krisis besar. Sebuah kapal tanker yang mengangkut gas cair tertunda selama beberapa hari, hingga akhirnya berlabuh di Dermaga Katzah di Ashkelon pada menit-menit terakhir. Jika tidak, ratusan ribu keluarga Israel harus mencari cara lain untuk memasak makanan mereka.

Mengutip dari para pakar, Walla melaporkan bahwa Israel mengalami kekurangan gas kronis dan terus beroperasi dengan cadangan minimal. Menurut situs Zionis ini, Israel sangat bergantung pada produksi dalam negeri.

Menurut media tersebut, salah satu penyebab kekurangan gas yang nyata ini adalah ketidakmampuan fasilitas produksi gas di Teluk Haifa untuk beroperasi. Fasilitas tersebut dihantam serangan Iran dalam Perang 12 Hari dan berhenti memproduksi gas. Meskipun telah kembali beroperasi, walau minim, masih ada banyak masalah dan tantangan dalam proses produksinya, yang memaksa Israel sangat bergantung pada impor gas cair dari luar negeri.

Sejumlah sumber telah memberi tahu Walla bahwa impor gas cair untuk Israel telah menjadi sebuah tantangan besar. Penundaan dalam pembongkaran muatan di pelabuhan, atau penundaan kedatangan kapal tanker yang mengangkut gas, baik karena kondisi cuaca buruk atau, lebih parah lagi, serangan rudal terhadap kapal tanker bahan bakar, dapat menyebabkan Israel terjebak dalam krisis kelangkaan gas.

Penundaan kedatangan kapal selama dua minggu saja sudah cukup untuk membuat seratus ribu rumah tangga kehabisan gas. Tiap minggu, akan ada tambahan satu juta rumah tangga yang terjerat krisis, terutama karena instansi-instansi terkait memprioritaskan pasokan gas untuk rumah sakit, hotel, dan industri, sementara warga sipil menjadi prioritas terakhir.

Walla juga mengungkapkan bahwa Israel saat ini hanya memiliki infrastruktur yang diperlukan untuk membongkar gas cair di satu pelabuhan dan harus segera menemukan cara untuk meningkatkan jumlah pelabuhannya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *