Warga AS: Pemerintahan Trump Tak Becus Amankan Sebuah Grup Chat!
POROS PERLAWANAN – “Bocornya informasi dalam Signalgate adalah sebuah masalah serius untuk AS.”
Ini adalah pandangan 74 persen partisipan dewasa dalam jajak pendapat yang diadakan Yougov terkait skandal aplikasi pengirim pesan Signal.
60 persen pendukung Partai Republik (partai Donald Trump) juga memandang masalah ini sebagai problem serius.

Sejumlah besar netizen membagikan hasil jajak pendapat ini dan mengutarakan kekhawatiran atas bocornya informasi rahasia negara mereka dengan cara segampang ini di sebuah grup chat.
Diberitakan Fars, skandal Signalgate dimulai dengan pengungkapan konten sebuah grup chat oleh jurnalis Atlantic, Jeffrey Goldberg.
Menurut Goldberg, dia dimasukkan dalam grup chat di Signal oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, Mike Waltz.
Grup itu beranggotakan para pejabat tinggi keamanan Pemerintahan Trump. Tanpa mengindahkan aspek kerahasiaan, mereka secara terbuka membahas serangan AS dalam waktu dekat ke Yaman. Tampaknya tak satu pun pejabat yang menyadari keberadaan Goldberg di grup tersebut.
Goldberg mengaku, dia keluar dari grup setelah mengetahui keseriusan grup tersebut. Namun setelah itu, tak seorang pun yang menghubunginya. Padahal dalam aplikasi Signal, keluarnya seorang anggota dari grup akan diberi tahukan kepada admin. Namun bahkan admin pun tidak menyadari keluarnya Goldberg.
Setelah para pejabat AS menyangkal kebocoran tersebut, Goldberg pun memublikasikan teks pesan-pesan di grup itu. Hal ini menyebabkan Signalgate menjadi salah satu skandal keamanan Pemerintahan Trump dan menjadi tajuk utama media.
Banyak aktivis dunia maya AS dan Barat yang menanggapi pedas skandal ini. Mereka mengkritik Pemerintahan AS atas ketidakbecusan ini.
Seorang netizen mengajukan pertanyaan berikut: jika sebuah Pemerintah tidak bisa menjamin keamanan chat-chat dalam grup, bagaimana ia bisa melindungi keamanan negaranya?

Netizen ini menegaskan, orang-orang Republik ingin hal ini dilupakan. Namun ia menyatakan bahwa skandal ini harus diselidiki, sama seperti ketika Hillary Clinton diinterogasi selama berjam-jam (11 jam) saat isi surelnya bocor.
Seorang dosen dan mantan pejabat Pemerintah AS, Robert Reich mencuit,”Selama 50 tahun mengabdi di pelayanan publik, saya belum pernah menghadapi inkompetensi seperti yang diperlihatkan Pemerintah AS saat ini dalam Signalgate.”
