Warga Baghdad Berdemo Kecam Intervensi Trump
POROS PERLAWANAN – Menyusul pernyataan intervensif Presiden AS, Donald Trump mengenai Perdana Menteri Irak berikutnya, warga negara tersebut menggelar demonstrasi di kawasan Jembatan Gantung Baghdad. Mereka mendukung kedaulatan negara dan proses pengambilan keputusan nasional.
Fars melaporkan, para demonstran mengecam campur tangan Trump terkait pembentukan Pemerintahan baru Irak, Mereka menyatakan penolakan terhadap segala bentuk campur tangan dalam urusan dalam negeri negara tersebut.
Para demonstran Irak, yang meneriakkan slogan-slogan seperti “Ya untuk Irak, Tidak untuk Amerika, Israel, dan Setan,” membakar bendera Amerika Serikat dan foto Trump.
Berbagai kelompok politik Syiah Irak juga mengecam pernyataan campur tangan Presiden AS terkait urusan dalam negeri negara tersebut. Melalui statemen-statemen terpisah, mereka mengecam penolakan Trump terhadap pencalonan Nouri al-Maliki sebagai Perdana Menteri dalam pernyataan terpisah.
Nouri al-Maliki, yang merupakan Pemimpin Koalisi Negara Hukum dan mantan Perdana Menteri Irak, menanggapi pernyataan terbaru Trump dengan mengecam campur tangan AS dalam urusan dalam negeri Irak., Dia menyebutnya sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan nasional negara tersebut.
“Kami tidak menerima campur tangan AS dalam urusan dalam negeri Irak dan menganggapnya sebagai pelanggaran terhadap hak kedaulatan rakyat Irak,” tegas al-Maliki.
Dia menekankan bahwa pemilihan Perdana Menteri adalah keputusan kedaulatan murni, dan campur tangan asing dalam hal ini tidak dapat diterima. Dia menambahkan bahwa, sesuai dengan keputusan Kerangka Koordinasi, dia akan terus berupaya hingga akhir untuk mewujudkan kepentingan tertinggi rakyat Irak.
Melalui postingan di akun media sosial pada malam lalu, Presiden AS, Donald Trump menyatakan penolakannya terhadap Nouri al-Maliki untuk menjadi Perdana Menteri Irak.
