Yaman Peringatkan Arab Saudi: Jangan Libatkan Diri dalam Konflik Ini
POROS PERLAWANAN — Ketegangan regional meningkat setelah pejabat tinggi Militer Yaman mengeluarkan peringatan keras kepada Arab Saudi dan negara-negara tetangga agar tidak mendukung operasi militer Amerika Serikat terhadap wilayah Yaman. Peringatan ini datang di tengah eskalasi konflik yang lebih luas, menyusul keterlibatan Yaman dalam mendukung perlawanan Palestina terhadap Israel.
Dalam wawancaranya dengan surat kabar Lebanon Al-Akhbar pada Sabtu 5 April, seorang pejabat Militer Yaman yang tidak disebutkan namanya menyampaikan bahwa segala bentuk dukungan Arab Saudi terhadap agresi AS bisa berujung pada konsekuensi besar.
“Jika Arab Saudi dan negara-negara lain menyerah pada tekanan AS dan mengizinkan penggunaan wilayah mereka sebagai pangkalan operasi agresif terhadap Yaman, ini bisa memicu perang regional yang lebih luas,” ujarnya.
Peringatan dari Pemimpin Ansharullah
Sebelumnya, Pemimpin Gerakan Ansharullah, Sayyid Abdul-Malik Badreddin al-Houthi, juga mengeluarkan pernyataan serupa yang mengecam keterlibatan negara-negara Arab dalam mendukung kepentingan Militer AS dan Israel.
“Kepada semua rezim Arab, juga negara-negara tetangga Yaman—baik di Afrika maupun lainnya—saya menasihati sekaligus memperingatkan: Jangan bersekutu dengan AS untuk mendukung Israel!” tegasnya dalam pidato yang disiarkan oleh saluran Al-Masirah.
Al-Houthi menyatakan bahwa dukungan terhadap operasi AS merupakan bentuk dukungan terhadap “musuh Israel” dan memperingatkan bahwa tindakan semacam itu akan membawa konsekuensi besar.
Konflik Berkembang dari Gaza ke Laut Merah
Sejak dimulainya konflik di Gaza pada Oktober 2023, Yaman secara terbuka menyatakan dukungan terhadap Palestina. Kelompok Ansharullah menyatakan telah meluncurkan sejumlah operasi terhadap kapal-kapal yang terkait dengan Israel di Laut Merah sebagai bentuk tekanan terhadap Tel Aviv agar menghentikan agresi di Gaza.
Amerika Serikat, yang merupakan sekutu utama Israel, merespons dengan melancarkan serangkaian serangan udara terhadap target-target di wilayah Yaman sejak awal 2024. Namun, pihak Militer Yaman menegaskan bahwa intervensi militer asing tidak akan menghentikan operasi mereka.
“Serangan-serangan ini tidak akan memengaruhi kelanjutan operasi kami,” ujar Juru Bicara militer Ansharullah dalam pernyataan resminya.
Situasi Regional Makin Mencekam
Ketegangan ini membuat negara-negara Teluk berada dalam posisi sulit, di tengah tekanan AS untuk mendukung operasi militer dan kekhawatiran akan meluasnya konflik ke kawasan Teluk dan Afrika Timur.
Sumber:
1. Al-Akhbar (2025). Yemeni Military Official Warns Saudi Arabia Against Backing US Operations
2. Al-Masirah TV (2025). Sayyid Abdul-Malik Warns Arab States: Cooperation with the US Means Backing Israel
3. Reuters (2025). US Launches Airstrikes in Yemen; Houthis Vow to Continue Operations
