10 Manuver Baru Hizbullah: Serangan Roket ke Pangkalan Divisi 146 dan Berbagai Pos Militer Israel
POROS PERLAWANAN — Hizbullah Lebanon, melalui serangkaian pernyataan resmi, pada Kamis malam, 14 November mengumumkan beberapa serangan roket terhadap sejumlah posisi militer Israel. Aksi ini diklaim sebagai bentuk dukungan bagi perjuangan rakyat Palestina serta langkah pertahanan terhadap wilayah Lebanon dan penduduknya.
Dalam pernyataan pertama pada Kamis, Hizbullah menyatakan telah melancarkan serangan pada pukul 09.00 pagi waktu setempat, yang menarget pemukiman Israel di Yesod Hama’ala. Serangan tersebut menjadi sinyal dimulainya rangkaian operasi yang menargetkan posisi-posisi strategis militer Israel di sepanjang perbatasan.
Satu jam kemudian, tepatnya pukul 10.00 pagi, Hizbullah melaporkan bahwa roket-roket mereka mengarah ke lokasi konsentrasi pasukan Israel yang berada di antara desa Hula dan Markaba. Serangan ini menargetkan titik-titik perkumpulan pasukan Israel di area terbuka antara kedua desa tersebut, yang kerap dijadikan sebagai jalur patroli militer oleh pihak Israel.
Serangan berikutnya menyusul pada pukul 10.45 pagi, di mana roket-roket ditembakkan ke arah konsentrasi pasukan Israel di sisi timur desa Markaba, memperluas area serangan dan meningkatkan tekanan terhadap kehadiran militer Israel di perbatasan.
Pada pukul 11.00 pagi, serangan berlanjut ke sejumlah sasaran baru. Hizbullah menargetkan pangkalan militer di Duweib, sebuah lokasi strategis di wilayah perbatasan. Selain itu, mereka juga melancarkan serangan ke arah pemukiman Dishon, yang diketahui sebagai basis dari beberapa pasukan militer Israel. Dalam pernyataan yang sama, Hizbullah mengungkapkan, posisi pasukan Israel di desa Al-Manara juga menjadi sasaran roket, menjadikan serangan tersebut semakin menyebar ke berbagai titik penting di wilayah utara Israel.
Tingkat kewaspadaan semakin tinggi ketika alarm peringatan terdengar di beberapa wilayah, termasuk Avivim, Dishon, Al-Malkiyah, Ras Al-Naqoura, dan Metula di wilayah utara Palestina. Situasi ini dikonfirmasi oleh pihak Hizbullah, yang menyatakan, pada pukul 12.10 siang, mereka kembali melancarkan serangan ke pangkalan militer Jal Al-Alam, salah satu posisi perbatasan Israel yang memiliki fungsi strategis dalam mendukung operasi militer.
Dalam waktu yang bersamaan, pangkalan logistik milik Divisi 146 Israel di wilayah timur laut pemukiman Netiv HaShayara juga menjadi target serangan, yang kemudian diperluas hingga menjangkau kota Nahariya di pesisir utara.
Rangkaian serangan hari Kamis, menandai eskalasi ketegangan yang terus meningkat antara Hizbullah dan Israel. Israel, yang terus memperketat pengamanan di sepanjang perbatasannya, menghadapi tekanan baru dengan terjadinya serangan beruntun ini. Serangan roket dari Hizbullah, yang menyasar titik-titik strategis dan pangkalan militer, diyakini sebagai respons atas ketegangan di Gaza dan dukungan terhadap perjuangan Palestina, serta sebagai langkah preventif untuk menjaga keamanan Lebanon dari potensi agresi.
Hingga saat ini, belum ada pernyataan dari pihak Israel terkait dampak langsung dari serangan-serangan tersebut, namun sinyal alarm yang terdengar di beberapa wilayah menunjukkan bahwa situasi keamanan di wilayah perbatasan masih dalam kondisi siaga tinggi.
