Pemerintah Meksiko Gunakan Perangkat Mata-mata Israel untuk Targetkan Jurnalis dan Aktivis
POROS PERLAWANAN – Dilansir Press TV, sebuah organisasi hak digital Meksiko mengidentifikasi infeksi spyware atau perangkat mata-mata Pegasus di telepon setidaknya dua jurnalis dan pembela hak asasi manusia di Meksiko antara 2019 dan 2021.
Ponsel mereka terinfeksi spyware Israel selama masa Pemerintahan Presiden Andres Manuel Lopez Obrador, menurut sebuah laporan.
Obrador, yang menjabat pada akhir 2018, telah bersumpah untuk menghentikan penggunaan spyware setelah skandal meletus seputar penggunaan perangkat tersebut selama masa kepresidenan pendahulunya.
Sebuah laporan oleh organisasi hak digital Meksiko R3D (Red en los Defensa de los Derechos Digitales), yang diterbitkan pada Minggu, menemukan bahwa spyware menargetkan dua jurnalis yang melaporkan isu-isu yang berkaitan dengan korupsi institusional dan seorang aktivis hak asasi manusia terkemuka.
Spyware Pegasus, yang dibuat oleh perusahaan Israel NSO, digunakan untuk membobol ponsel secara diam-diam dan memata-matai informasi pribadi, termasuk pesan teks, kata sandi, lokasi, mikrofon dan kamera.
Perusahaan Israel telah memasarkannya sebagai alat untuk menargetkan musuh-musuhnya di seluruh dunia.
Menurut laporan itu, Citizen Lab, kelompok pengawas digital di University of Toronto, memberikan dukungan teknis untuk analisis R3D dan memvalidasi infeksi Pegasus.
Di antara yang menjadi sasaran termasuk aktivis Raymundo Ramos, yang membantu para korban kekerasan militer di negara bagian Tamaulipas di perbatasan utara yang bergolak. Dia menjadi sasaran Pegasus setidaknya tiga kali pada Agustus dan September 2020, menurut laporan itu.
Jurnalis Ricardo Raphael, kolumnis untuk outlet berita Proceso dan Milenio dan pembawa acara di saluran ADN40, juga menjadi sasaran. Ponselnya diserang pada Oktober dan November 2019 dan Desember 2020, para peneliti menemukan. Dia sebelumnya juga pernah menjadi target mata-mata pada 2016 dan 2017.
Seorang jurnalis anonim dari outlet media online terkemuka Animal Politico juga mengalami peretasan pada Juni 2021.
Kegiatan mata-mata terjadi saat Obrador meyakinkan publik bahwa Pemerintahnya tidak akan menggunakan spyware dan tidak akan ada pelanggaran lebih lanjut.
Penggunaan Pegasus yang berkelanjutan di negara Amerika Utara itu telah menimbulkan pertanyaan baru tentang apakah Obrador telah memenuhi janjinya untuk tidak memata-matai lawan.
Banyak Pemerintah di seluruh dunia telah menggunakan perangkat lunak Israel ini untuk menekan mereka yang dicap para pembangkang, jurnalis, dan lawan politik.
Tahun lalu, Apple Inc. yang berbasis di AS memberi tahu setidaknya 11 diplomat Amerika bahwa iPhone mereka telah menjadi sasaran peretas tak dikenal yang menggunakan Pegasus.
Di Eropa, beberapa detektif siber telah menemukan jejak penggunaan Pegasus atau beberapa spyware lainnya di Polandia, Hongaria, Spanyol, dan Yunani.
