Jenderal Israel: Tak Bisa Disamakan dengan Roket Biasa, Rudal Presisi Hizbullah Ancaman Besar untuk Kita
POROS PERLAWANAN – Salah seorang jenderal Pasukan Cadangan Militer Israel, Amir Avivi mengakui bahwa Rezim Zionis menghadapi sebuah ancaman strategis besar.
“Militer Israel harus memahami realita bahwa rudal-rudal presisi Hizbullah adalah ancaman strategis yang sangat besar,” kata Avivi dalam wawancara dengan Kanal 13 Israel, Fars memberitakan.
“Sistem-sistem pertahanan udara Israel tidak bisa membendung rudal-rudal ini. Rudal tidak seperti roket, yang jalurnya bisa kita ketahui dan sistem pertahanan kita bisa mengadangnya. Rudal sangat jauh berbeda,” imbuhnya.
“Kita tidak bisa membiarkan Hizbullah meningkatkan kemampuannya dengan rudal-rudal presisi. Sudah lama Militer Israel memusatkan upayanya untuk menghalangi hal ini.”
Meski demikian, Avivi mengakui bahwa hingga sekarang, Militer Israel belum mampu seratus persen menghalangi kemajuan Hizbullah.
“Sedikit demi sedikit, Hizbullah terus meningkatkan kekuatannya. Israel sendiri tidak bisa berbuat apa pun.”
Hizbullah, yang berulang kali menegaskan berakhirnya pendudukan Zionis, baru-baru ini mengecam pembukaan Kedubes Israel di Bahrain. Hizbullah menyatakan, ”Bangsa Bahrain dan semua bangsa Muslim, menentang segala bentuk normalisasi hubungan dengan musuh. Rezim Zionis tidak memiliki tempat aman di negeri kita.”
Menurut Hizbullah, Kedubes Israel dibuka di Manama di saat Rezim Zionis sedang berada di tahap terburuk dalam sejarahnya. Oleh karena itu, tegas Hizbullah, pembukaan Kedubes Israel adalah pengkhianatan dan tikaman belati kepada bangsa Palestina, yang saat ini menciptakan kisah-kisah kepahlawanan terbesar dalam melawan terorisme Zionis.
“Pembukaan Kedubes Israel menunjukkan realita Rezim Al Khalifa, yang dengan cepat bergerak ke arah normalisasi dengan musuh. Tindakan ini bertentangan dengan norma dan keyakinan bangsa Bahrain,” tandas Hizbullah.
