Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Laporan Lengkap Hizbullah tentang Situasi Terkini di Medan Pertempuran

POROS PERLAWANAN – Pusat Operasi Perlawanan Islam Lebanon baru saja merilis laporan mengenai situasi terkini di medan pertempuran. Disebutkan bahwa rezim Zionis tidak meraih hasil apapun, selain penghancuran besar-besaran terhadap desa-desa dan lahan pertanian. Hizbullah menegaskan bahwa Perlawanan tetap solid, terorganisasi, dan terus memegang kendali penuh atas situasi.

Menurut laporan Kantor Berita Tasnimnews pada Kamis 7 November, Pusat Operasi Perlawanan Islam mengungkapkan rincian terbaru mengenai upaya militer Israel untuk memasuki wilayah Lebanon serta operasi-operasi yang dijalankan oleh pejuang Perlawanan.

Berikut Isi Lengkap Laporan Tersebut:

Pasukan mujahidin Perlawanan Islam terus bertahan melawan serangan Israel di Lebanon, menyebabkan kerugian signifikan bagi tentara Israel dalam peralatan dan personel, termasuk para perwira dan prajurit yang terlibat di garis depan maupun di wilayah Palestina Pendudukan.

1. Pertempuran Darat

Pada 28 Oktober 2024, pasukan Israel bergerak maju ke arah desa Al-Khiam dengan membawa sejumlah besar personel dan peralatan, didukung oleh serangan udara yang intens di seluruh area. Tentara Israel berhasil menduduki beberapa area strategis, seperti Tel Nahas, Hamams, dan Tel Majidiya. Namun, Pejuang Hizbullah, yang sudah mempersiapkan rencana pertahanan, melakukan pemantauan cermat terhadap jalur potensial yang dilalui musuh dan menyiapkan serangan balasan dengan tembakan berat, yang melibatkan peluncuran roket, misil, serta artileri ke pergerakan dan posisi musuh di wilayah Lebanon maupun di tanah Pendudukan.

Selama tiga hari berturut-turut, lebih dari 70 serangan akurat dilancarkan, termasuk 50 di antaranya di sekitar selatan dan timur desa Al-Khiam. Dalam serangan ini, empat tank Merkava Israel berhasil dihancurkan dengan misil kendali, serta posisi tentara Israel di desa Al-Mutla juga berhasil dijadikan target. Kelompok pendukung Israel di Tel Nahas juga berhasil diserang dengan misil kendali, dan rekaman visualnya tersebar di berbagai media.

Operasi Utama: Tembakan misil presisi diarahkan ke konsentrasi besar pasukan dan peralatan Israel di lembah Wadi Al-Asafir dengan menggunakan misil berkekuatan 250 kilogram yang mengakibatkan kerusakan parah dan kepanikan besar di antara pasukan musuh.

Selain serangan ke target di dalam wilayah Lebanon, Hizbullah juga melakukan beberapa serangan terukur dan akurat ke wilayah belakang garis depan Israel, yang mencakup:

Target konsentrasi pasukan Israel yang menyerang desa Al-Khiam dan wilayah sekitarnya di Al-Mutla dengan 11 misil dan peluru artileri.

Target fasilitas militer dan pusat pelatihan di kota Eilat Hashahar, pusat artileri di Yesud Hama’aleh, kendaraan lapis baja di Sha’al, dan pusat komando di Shamir dengan total 23 tembakan misil.

2. Mundurnya Pasukan Israel dari Desa di Garis Depan

Karena tekanan serangan yang intens dan berulang, pasukan Israel tidak mampu membangun posisi kuat di desa-desa garis depan, sehingga terpaksa mundur. Mundurnya pasukan ini dilakukan bersamaan dengan operasi pembersihan di area perbatasan yang melibatkan serangan udara di desa-desa seperti Aita Al-Shaab, Ramyah, Mais Al-Jabal, Bleida, Al-Khiam, dan lainnya.

Upaya Israel untuk mengepung kota Naqoura di bagian barat dan mencoba menerobos wilayah Al-Wazzani di bagian timur juga berhasil digagalkan oleh serangan misil Hizbullah.

3. Operasi Khusus “Khaibar”

Di bawah Operasi Khaibar, meski dalam pengawasan ketat intelijen dan serangan udara Israel, Hizbullah berhasil menyerang pusat-pusat strategis dan fasilitas keamanan Israel hingga sejauh 145 kilometer ke dalam wilayah Palestina Pendudukan. Serangan-serangan ini dilakukan secara terukur dengan drone dan misil khusus.

Sejak awal Operasi Khaibar, total 56 serangan telah dilancarkan, dengan 18 di antaranya terjadi dalam satu pekan terakhir. Serangan-serangan ini memaksa lebih dari dua juta pemukim Israel untuk berlindung, menutup sekolah dan bisnis, serta menghentikan penerbangan udara secara berkala.

4. Pernyataan Pusat Operasi Perlawanan Islam

Operasi khusus “Khaibar” dirancang dengan sangat hati-hati dan terukur untuk mencapai semua target yang telah ditetapkan oleh Komando Perlawanan.

Penduduk Israel yang telah menerima peringatan evakuasi diminta untuk tidak kembali, sebab kawasan yang ditinggalkan kini dianggap sebagai target militer mengingat adanya pusat-pusat komando, pabrik-pabrik militer, dan fasilitas logistik.

Pencapaian Israel dalam apa yang disebut sebagai “manuver darat” hanya terbatas pada penghancuran rumah warga sipil dan fasilitas pertanian di desa-desa perbatasan Lebanon.

Pusat Operasi Perlawanan Islam menegaskan bahwa kekuatan Hizbullah semakin solid dengan meningkatnya intensitas serangan misil dan drone hingga ke jantung wilayah Pendudukan, bahkan mencapai Tel Aviv.

Para mujahidin Hizbullah di garis depan perbatasan selatan telah berhasil menahan laju musuh dengan presisi tinggi dalam menghancurkan tank dan kendaraan militer, membatasi pergerakan mereka hanya di desa-desa perbatasan, dan mencegah mereka memasuki desa-desa di garis kedua atau mendekati Sungai Litani.

Komitmen Perlawanan terhadap Jalan Syahid

Dalam memperingati 40 hari Syahidnya Sayyid Hasan Nasrallah (r.a), Hizbullah kembali menegaskan komitmennya terhadap darah para syuhada, dan berjanji untuk terus memperjuangkan kehormatan, kebebasan, dan kedaulatan rakyat Lebanon.

Di bawah kepemimpinan Syekh Naim Qasim (semoga Allah melindunginya), Hizbullah bertekad melanjutkan perjuangan hingga kemenangan akhir dengan izin Tuhan.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *