Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Wakil Ketua Parlemen Lebanon: Berlanjutnya Perang Bakal Bikin Israel Sendiri Terpuruk Makin Dalam

Wakil Ketua Parlemen Lebanon: Berlanjutnya Perang Bakal Perburuk Krisis Israel Sendiri

POROS PERLAWANAN – Dilansir ISNA, Wakil Ketua Parlemen Lebanon, Ali Hasan Khalil menyatakan, tak seorang pun orang Lebanon mau menerima Israel berbuat sesuka hatinya di negara tersebut.

“Usai kesepakatan, tak satu pun warga Lebanon yang bersedia Israel bebas melakukan apa pun di Lebanon. Resolusi 1701 sudah transparan,” tegas Khalil dalam wawancara dengan al-Jazeera.

“Israel bisa saja melanjutkan perang. Namun itu akan membuat krisisnya semakin dalam.”

“Israel melakukan banyak pembantaian massal. Namun tidak mampu membuat perubahan sedikit pun dalam pendirian Lebanon.”

“Setelah 50 hari, musuh masih belum bisa menduduki sejengkal pun dari tanah Lebanon.”

Militer Rezim Zionis pada Selasa 14 November mengumumkan dimulainya tahap kedua operasi darat di Lebanon.

Menurut laporan harian Maariv, tujuan dimulainya tahap kedua operasi darat itu adalah menekan Hizbullah terkait perundingan gencatan senjata di Lebanon.

Media-media Ibrani mengeklaim bahwa tujuan tahap kedua itu adalah “menghancurkan kekuatan rudal Hizbullah.”  Meski demikian, mantan Kepala Unit Intelijen Militer Israel, Amos Malka mengakui bahwa “ancaman rudal-rudal Hizbullah tidak bisa diatasi dengan cara perang.”

“Hizbullah mampu menembakkan 100 rudal per hari selama berbulan-bulan,” kata Malka.

Menanggapi dimulainya tahap kedua operasi darat Israel, Hizbullah menyatakan bahwa hal itu hanya akan mendatangkan kerugian yang lebih besar bagi Rezim Zionis.

“Keputusan musuh untuk berpindah ke tahap kedua operasi darat hanya akan berujung kepada keputusasaan dan kerugian yang lebih besar untuk mereka. Kami telah mengatur rencana untuk terjun dalam perang jangka panjang serta mencegah terwujudnya tujuan-tujuan musuh, dalam rangka melindungi kemerdekaan dan kedaulatan Lebanon,” tegas Hizbullah.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *