Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Bantuan Kemanusiaan Gaza Dirampas Kelompok Bersenjata yang Didukung Zionis

POROS PERLAWANAN – Organisasi kemanusiaan dan pejabat internasional mengungkapkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata yang didukung oleh Tel Aviv telah merampas bantuan kemanusiaan yang dikirimkan ke Jalur Gaza.

Laporan ini dipublikasikan oleh The Washington Post pada Selasa 19 November, dan mengungkap tindakan kriminal baru yang dilakukan rezim Zionis di wilayah Gaza.

Mengutip pernyataan dari organisasi kemanusiaan dan pejabat internasional, The Washington Post melaporkan bahwa kelompok-kelompok bersenjata tersebut dengan leluasa beroperasi di wilayah yang dikuasai oleh Militer Israel.

Menurut laporan itu, “Kelompok bersenjata yang terorganisasi mencuri bantuan kemanusiaan untuk Gaza dan beroperasi bebas di area yang berada di bawah kendali Militer Israel. Aksi penjarahan ini menjadi hambatan terbesar dalam distribusi bantuan di wilayah selatan Gaza.”

Perwakilan organisasi kemanusiaan mengatakan kepada The Washington Post, “Otoritas Israel telah menolak sebagian besar permintaan untuk meningkatkan perlindungan terhadap konvoi bantuan ke Gaza dan tidak mengizinkan polisi sipil Gaza untuk mengawal truk-truk pengangkut bantuan.”

Laporan tersebut juga mengungkapkan bahwa berdasarkan keterangan para relawan dan perusahaan transportasi yang terlibat dalam pengiriman bantuan ke Gaza. “Kelompok bersenjata telah membunuh para pengemudi truk di sekitar perlintasan Karm Abu Salem dan merampas kargo mereka.”

Sumber yang sama menyebutkan bahwa pasukan Israel berada di dekat lokasi aksi penjarahan tersebut tetapi tidak mengambil tindakan. Bahkan, salah satu pemimpin kelompok bersenjata itu diduga telah mendirikan pangkalan militer di wilayah yang dikuasai oleh Militer Israel.

Dalam catatan internal PBB yang dikutip oleh The Washington Post, terungkap bahwa, “Kelompok-kelompok perampok bantuan di Gaza memanfaatkan kelonggaran sikap Militer Israel, jika tidak dapat dikatakan mendapat dukungan langsung dari mereka. Salah satu tokoh utama dalam penjarahan terorganisasi bantuan ini adalah Yasser Abu Shabab”.

Sementara itu, seorang pejabat dari organisasi kemanusiaan internasional besar mengatakan kepada The Washington Post, “Hamas sama sekali tidak mengganggu program distribusi bantuan kami, baik di wilayah utara maupun selatan Gaza.”

Sebagai tanggapan atas laporan ini, Militer rezim Zionis mengeklaim sedang mengambil langkah-langkah kontra untuk menargetkan para perampok bantuan, dengan fokus pada apa yang mereka sebut sebagai “teroris”.

Kepala organisasi Save the Children memberikan solusi dengan memenuhi kebutuhan Gaza dengan bantuan dan barang-barang komersial dalam jumlah besar.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *