Syekh Naim Qasim: Serangan di Beirut Akan Dibalas di Jantung Tel Aviv
POROS PERLAWANAN — Sekretaris Jenderal Hizbullah, Syekh Naim Qasim, pada Rabu malam, 20 November dalam pidato yang disiarkan langsung oleh TV Al Mayadeen menegaskan bahwa Hizbullah akan membalas serangan rezim Israel di ibu kota Lebanon dengan aksi langsung di jantung Tel Aviv.
Dalam pidatonya, Syekh Naim Qasim membuka dengan penghormatan kepada Syahid Sayyid Hasyim Safiuddin, Ketua Dewan Eksekutif Hizbullah, yang ia sebut sebagai sosok ulama sejati, intelektual, visioner, dan penuh tujuan.
Mengenai Syahid Safiuddin, Syekh Naim mengatakan, “Engkau adalah tangan kanan Sayyid Hassan Nasrallah dan salah satu pejuang tangguh di medan perlawanan. Kami kehilanganmu, tetapi engkau telah meraih kemenangan sejati.”
Sekjen Hizbullah itu juga mengenang Syahid Muhammad Afif al-Nabulsi, Kepala Hubungan Publik dan Media Hizbullah, yang ia sebut sebagai “Syahid pertempuran media dalam perjuangan menuju Al-Quds.”
“Haj Afif adalah simbol dalam dunia media, seorang pekerja keras dengan visi strategis dan pengetahuan luas. Ia mengisi celah-celah media dengan aksi-aksinya, mengekspos kejahatan musuh, menyoroti pencapaian perlawanan, dan melawan propaganda mereka,” ungkap Syekh Naim Qasim.
Ia melanjutkan, “Haj Muhammad Afif membuat musuh sangat marah sehingga mereka takut padanya dan akhirnya membunuhnya. Mereka mungkin telah menghabisi tubuhnya, tetapi mereka tidak bisa membunuh semangat perlawanan. Musuh membunuh Afif di wilayah Ras al-Naba dan melancarkan serangan di daerah Mar Elias serta Koucha Al-Balath di jantung Beirut. Oleh karena itu, mereka harus bersiap menerima balasan di pusat Tel Aviv.”
Lebih lanjut Syekh Naim Qasim menegaskan bahwa Hizbullah tidak akan membiarkan ibu kota Lebanon terus-menerus menjadi sasaran serangan musuh tanpa balasan. “Musuh harus membayar mahal untuk serangan ini di jantung Tel Aviv,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada mereka yang menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sayyid Hassan Nasrallah dan kepada pihak-pihak yang terlibat dalam penunjukan pemimpin baru Hizbullah.
Dalam bagian pidatonya yang lain, Syekh Naim Qasim menekankan dukungan penuh Hizbullah kepada Gaza, sambil tetap memperhatikan situasi internal Lebanon. “Kami bangga menjadi bagian dari sedikit kelompok terhormat yang, bersama Irak, Yaman, dan Iran, mendukung Gaza di saat seluruh dunia hanya menyaksikan. Benar bahwa kerusakan yang ditimbulkan menyakitkan, tetapi kami memiliki pasukan yang sangat tangguh dan pemberani.”
Beliau juga mengungkapkan bahwa Hizbullah sempat menerima inisiatif damai yang diajukan oleh Joe Biden dan Emmanuel Macron untuk menghentikan perang. Namun, upaya tersebut gagal setelah musuh membunuh pemimpin Hizbullah. “Hizbullah sempat berada dalam situasi penuh kebingungan selama 10 hari, tetapi setelah itu kami kembali normal di segala lini,” pungkasnya.
