Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Presiden Iran Surati Paus, Mohon Bantuan Hentikan Kejahatan Israel

POROS PERLAWANAN – Presiden Republik Islam Iran, Masoud Pezeshkian, pada Rabu 20 November mengirim surat kepada pemimpin Gereja Katolik dunia, Paus Fransiskus, meminta agar Paus menggunakan pengaruhnya untuk menghentikan kekejaman rezim Zionis Israel terhadap rakyat Gaza dan Lebanon.

Dalam surat tersebut, Presiden Pezeshkian menekankan pentingnya peran Paus Fransiskus dalam memperkuat perdamaian dan keadilan dunia. Ia menyampaikan bahwa tindakan tegas untuk menghentikan agresi tidak manusiawi Israel akan memiliki dampak signifikan dalam mengurangi penderitaan para korban. Presiden juga menegaskan kesiapan Iran untuk bekerja sama dalam upaya tersebut.

Surat tersebut disampaikan melalui delegasi Iran yang menghadiri pertemuan dialog antaragama ke-12 yang diadakan oleh Pusat Dialog Agama dan Budaya Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam bersama Dewan Dialog Antaragama Vatikan. Delegasi tersebut dipimpin oleh Ketua Organisasi Kebudayaan dan Hubungan Islam, Hujjatul Islam wal Muslimin Imanipour, yang menyerahkan surat itu secara langsung kepada Paus Fransiskus.

Isi Surat

Berikut isi lengkap surat Presiden Masoud Pezeshkian kepada Paus Fransiskus:

Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

 

Yang Mulia Paus Fransiskus

Pemimpin Terhormat Umat Katolik Dunia,

Saya sampaikan salam hangat dan penuh keakraban kepada Yang Mulia dan seluruh komunitas besar umat Kristiani.

Mengingat peran konstruktif Yang Mulia dalam memperkuat perdamaian dan keamanan global serta upaya memajukan dialog dan keharmonisan antaragama, saya berharap kerja sama yang kokoh antara Republik Islam Iran dan Vatikan semakin memperluas perdamaian dan keadilan di dunia.

Sebagaimana Yang Mulia ketahui, lebih dari setahun telah berlalu sejak dimulainya serangan brutal rezim Israel terhadap Gaza, yang kemudian meluas hingga ke Lebanon. Serangan ini dilakukan tanpa memperhatikan hukum dan norma internasional, menyebabkan genosida serta penghancuran besar-besaran infrastruktur perkotaan dan medis. Korban yang jatuh sebagian besar adalah perempuan, anak-anak, dan warga sipil tak berdosa.

Sungguh tragis, kekejaman ini terjadi di tanah suci yang menjadi tempat kelahiran para nabi besar dan pembawa pesan damai bagi seluruh umat manusia.

Dalam kondisi ini, Republik Islam Iran telah berusaha keras untuk menghentikan kekerasan ini melalui seruan gencatan senjata dan upaya mencegah meluasnya konflik, demi melindungi lebih banyak nyawa manusia yang tak berdosa. Bahkan saat kunjungan Ismail Haniyeh ke Tehran bertepatan dengan pelantikan saya sebagai presiden, ia menjadi sasaran serangan teroris oleh rezim Israel yang mengakibatkan syahidnya beliau.

Meskipun demikian, dengan berbagai tekanan dari pemimpin Barat yang mengimbau agar upaya diplomasi untuk gencatan senjata tetap diberi peluang, Iran menahan diri untuk memberikan tanggapan militer. Namun, rezim Zionis terus melanggar hukum internasional, bahkan memperluas agresinya ke Lebanon, yang hingga kini masih berlangsung.

Melihat ketidakstabilan ini dan potensi menyebarnya konflik di Kawasan, saya memohon kepada Yang Mulia sebagai pemimpin umat Katolik dunia untuk menggunakan segala daya upaya dalam menghentikan kekejaman ini, mendorong terciptanya gencatan senjata, dan membuka jalan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan kepada para korban. Saya juga meminta Yang Mulia mengajak para pemimpin dunia, khususnya negara-negara Kristen, untuk turut mendukung upaya penting ini.

Tindakan ini, tanpa diragukan, akan memberikan pengaruh besar dalam meringankan penderitaan korban dan membantu mereka yang membutuhkan. Republik Islam Iran dengan sepenuh hati siap berkontribusi dalam proses ini.

Saya berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar senantiasa memberikan kesehatan kepada Yang Mulia dan keberkahan bagi komunitas Kristiani yang beriman.

Masoud Pezeshkian

Presiden Republik Islam Iran

Surat ini mencerminkan seruan kuat dari pemimpin Iran agar Vatikan memainkan perannya dalam mengupayakan perdamaian dan mencegah tragedi kemanusiaan lebih lanjut di wilayah konflik.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *