Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Satuan Intelijen Terbesar dan Terpenting Israel Didera Krisis Terburuk

Satuan Intelijen Terpenting Israel Didera Krisis Terburuk

POROS PERLAWANAN – Mengutip dari para mantan perwira intelijen Israel, situs Axios melaporkan bahwa setelah Badai al-Aqsa, Unit 8200 Militer Israel “mengalami krisis terburuk dalam sejarahnya.”

Diberitakan al-Alam, Unit 8200 adalah satuan terbesar di Militer Israel dan terbentuk dari beberapa ribu serdadu dan personel.

Menurut mantan 3 perwira senior Unit 8200, Satuan tersebut membutuhkan pekerjaan-pekerjaan intelijen vital yang tidak bisa dilakukan oleh banyak pegawainya. Padahal tanpa pekerjaan-pekerjaan tersebut, terulangnya kegagalan adalah sebuah keniscayaan.

“Diangkatnya Uri Stav sebagai Komandan Unit 8200 justru mengingatkan kegagalan yang berujung kepada Operasi 7 Oktober. Ini jelas bukan langkah yang memadai untuk memperbaiki dan merehabilitasi Unit ini,” kata mereka.

Salah satu dari mereka menyatakan, Stav tidak bisa menggantikan pendahulunya, Yossi Shariel. Dia tidak mampu mencegah kebodohan yang berujung kepada peristiwa 7 Oktober.

Axios menyatakan, 3 mantan perwira tersebut sepakat bahwa meski Stav mendapatkan kenaikan pangkat di posisi Direktur Teknis dan Teknologi di Unit 8200, namun dia bukan seorang personel intelijen. Dan itu adalah hal terakhir yang dibutuhkan Unit 8200. Mengingat bahwa Stav adalah wakil Shariel selama 3 tahun, maka dia turut bertanggung jawab dalam tiap keputusan dan kegagalan Unit 8200.

Mereka menegaskan, untuk menutupi celah di Unit 8200 di sektor intelijen, suksesor Shariel harus berasal dari kalangan intelijen. Terlebih Unit ini perlu direkonstruksi dari nol.

Pada 12 September silam, Shariel mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Komandan Unit 8200. Tindakan ini dilakukan setelah ia mengakui bertanggung jawab atas kegagalan-kegagalan intelijen terkait Operasi Badai al-Aqsa yang dilancarkan Hamas.

Sumber-sumber Ibrani memublikasikan surat pengunduran diri Shariel. Dalam surat tersebut, ia menulis,”Saya gagal menjalankan tugas pada 7 Oktober… Hari ini, setelah menyelesaikan investigasi perdana, saya ingin melakukan pekerjaan pribadi saya dan menyerahkan komando kepada orang lain.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *