Al-Houthi: Hizbullah Ukir Kemenangan Bersejarah, Gagalkan Plot Amerika-Israel yang Ingin Tundukkan Lebanon
POROS PERLAWANAN – Pemimpin Gerakan Ansharullah Yaman, Sayyid Abdulmalik Badruddin al-Houthi menyoroti kemenangan monumental Hizbullah atas rezim Zionis dalam pidatonya pada Kamis malam, 28 November. Ia menegaskan bahwa Israel tidak mampu mencapai target strategisnya di Lebanon, meskipun mendapat dukungan besar dari Amerika Serikat dan sekutu Baratnya.
Kemenangan Besar di Tengah Serangan Brutal
Al-Houthi menggambarkan kemenangan Hizbullah sebagai peristiwa Ilahi yang sangat penting, terjadi setelah gelombang serangan besar-besaran Israel ke Lebanon yang didukung penuh oleh Amerika. Ia menegaskan bahwa tujuan Israel untuk menghancurkan Hizbullah dan melucuti senjatanya berakhir dengan kegagalan total.
Israel berharap serangan intensifnya mampu memukul mundur Hizbullah. Namun, justru keteguhan para pejuang dan dukungan rakyat Lebanon yang memperkuat posisi Gerakan Perlawanan ini. Al-Houthi menjelaskan bahwa target ambisius Israel, seperti melumpuhkan Hizbullah sepenuhnya, mencerminkan obsesi mereka untuk mengubah dinamika politik di Lebanon demi keuntungan strategis yang lebih luas.
Kegagalan Strategis Israel
Menurut Al-Houthi, kekalahan Israel terlihat jelas dalam tiga aspek utama: ketidakmampuan mencapai target yang diumumkan, kerugian besar yang diderita di medan perang, dan kegagalan berulang menghadapi serangan Hizbullah. Ia menekankan bahwa kemenangan ini bukan hanya keberhasilan militer, tetapi juga bukti bahwa rezim Zionis tidak mampu memanfaatkan dukungan penuh Amerika dan Barat untuk menundukkan Lebanon.
Ia juga menyoroti keyakinan Israel bahwa konflik internal di Lebanon akan mempermudah mereka menciptakan kekacauan. Namun, soliditas masyarakat Lebanon menjadi faktor penting yang menggagalkan upaya ini.
Hizbullah: Benteng Melawan Agresi di Kawasan
Lebih lanjut, Al-Houthi menegaskan bahwa kemenangan Hizbullah membawa dampak besar bagi seluruh dunia Islam. Jika Israel berhasil di Lebanon, agresinya pasti akan meluas ke negara-negara lain di Kawasan. Oleh karena itu, keberhasilan ini bukan hanya kemenangan Hizbullah, melainkan perlindungan bagi umat Islam dari ancaman lebih besar.
Ia juga menyoroti ketakutan Israel terhadap keberadaan Hizbullah sebagai kekuatan perlawanan di dekat Wilayah Pendudukan Palestina. Model perjuangan Hizbullah menjadi inspirasi bagi rakyat di kawasan lain bahwa dengan persatuan, iman, dan strategi yang matang, mereka mampu melawan dominasi musuh yang lebih besar.
Upaya AS Mengecilkan Kemenangan Hizbullah
Al-Houthi mengkritik langkah Amerika yang mencoba meremehkan kemenangan ini. Menurutnya, Amerika berupaya mengguncang stabilitas Lebanon melalui dukungannya terhadap agresi Israel. Namun, rencana ini pun gagal total.
Al-Houthi mengakhiri pidatonya dengan penegasan bahwa kemenangan Hizbullah adalah bukti nyata, kekuatan besar seperti Israel dapat dikalahkan melalui perjuangan yang gigih. Hal ini menjadi inspirasi bagi negara-negara lain di Kawasan untuk melawan segala bentuk agresi dan dominasi asing.
Dengan kemenangan ini menurutnya, Hizbullah sekali lagi menunjukkan bahwa perlawanan yang kokoh dapat membawa perubahan signifikan dalam menghadapi kekuatan penjajah.
