Brigjen Javani: Kelompok Takfiri Takkan Berhasil Pecah-Belah dan Hancurkan Suriah
POROS PERLAWANAN – Wakil Kepala Bidang Politik Pasukan Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC), Brigjen Yadollah Javani menegaskan bahwa upaya musuh untuk memicu kembali konflik internal di Suriah dan menggerakkan kelompok Takfiri melawan rakyat Suriah akan gagal. Pernyataan tersebut disampaikan dalam acara peringatan 62 syuhada kota Dargh, Provinsi Khorasan Utara, Iran.
Dalam pidato pada Kamis 28 November itu, Javani memuji para syuhada sebagai pahlawan nasional Iran yang telah mengorbankan jiwa mereka demi mempertahankan kehormatan dan kedaulatan Republik Islam Iran serta menjaga kelangsungan Revolusi Islam. “Mengenang syuhada berarti mengenang para pejuang yang telah gugur di jalan Allah, yang kini mendapatkan rezeki dari sisi-Nya.”
Ia juga menyoroti pentingnya peringatan syuhada sebagai pesan tegas kepada musuh-musuh Islam, bahwa panji Revolusi Islam yang telah dikibarkan oleh Imam Khomeini dan para syuhada akan tetap dijaga oleh Pemimpin Tertinggi Iran bersama rakyatnya hingga diserahkan kepada Imam Mahdi (afs).
Javani menegaskan bahwa salah satu cita-cita utama Revolusi Islam adalah menghancurkan rezim Zionis. Menurutnya, rezim Zionis adalah entitas palsu yang didirikan oleh Barat dengan dasar kekerasan dan pembunuhan anak-anak, serta digambarkan sebagai “tumor kanker” di Kawasan. “Sebagaimana Barat bertekad menjaga tumor ini, dunia Islam harus bertekad untuk menghancurkannya,” tegasnya.
Lebih lanjut, Javani menekankan bahwa dukungan Iran terhadap Palestina dan Lebanon bukan hanya tanggung jawab moral, melainkan juga kewajiban agama dan kemanusiaan. “Berdiri di sisi rakyat Palestina dan Lebanon adalah tugas agama, syar’i, dan kemanusiaan,” ujarnya.
Situasi di Suriah
Menanggapi situasi terkini di Suriah, Brigjen Javani menyatakan bahwa musuh-musuh negara itu tidak akan berhasil memecah-belah, atau memobilisasi kelompok-kelompok Takfiri untuk melawan rakyat Suriah. Menurutnya, rezim Zionis dan Amerika Serikat kini terjebak jalan buntu di Kawasan. “Gencatan senjata apa pun yang mereka tempuh hanya menunjukkan kegagalan mereka untuk meraih kemenangan di medan perang,” ungkapnya.
