Pembunuhan Terencana Israel: Bombardir Rumah Sakit di Gaza Berbarengan dengan Instruksi Pengosongannya
POROS PERLAWANAN – Dilansir al-Alam, rumah sakit Kamal Adwan di utara Gaza menjadi sasaran serangan artileri pasukan Rezim Zionis.
Direktur rumah sakit lapangan Kemenkes Gaza, Marwan al-Hams menyatakan, serangan yang dilakukan terhadap rumah sakit Kamal Adwan bisa dideskripsikan sebagai “pembunuhan terencana.”
Menurut al-Hams, keluarnya para pasien dari rumah sakit Kamal Adwan saja saja dengan memastikan kematian mereka. Ia menambahkan, tidak ada sarana dan jalur aman untuk mengevakuasi para pasien dan awak medis.
Al-Hams menegaskan, hingga kini pihaknya belum bisa menjalin kontak dengan WHO dan UNRWA. Kontak dengan tim medis di rumah sakit Kamal Adwan, imbuh al-Hams, juga terputus sehingga memicu kekhawatiran terkait nasib mereka.
“Para penembak runduk Israel menargetkan siapa pun yang bergerak di dalam rumah sakit,” kata al-Hams.
Pasukan Rezim Pendudukan dikabarkan meledakkan sebuah robot yang dipasangi bom di pelataran rumah sakit.
Di sisi lain, Direktur Kamal Adwan, Hassam Abu Safiyah mendapat tekanan dari Israel untuk mengosongkan rumah sakit tersebut.
Kemenkes Gaza meminta dari masyarakat internasional untuk melakukan tindakan segera demi menghentikan serangan ke rumah sakit serta membantu para pasien dan awak medis.
Agresi Rezim Zionis ke Gaza telah memasuki bulan ke-15 di saat Mahkamah Pidana Internasional (ICC) telah merilis perintah penangkapan Benyamin Netanyahu dan Yoav Gallant, yang merupakan Perdana Menteri dan mantan Menteri Perang Israel.
Kedua orang tersebut dituduh telah melakukan kejahatan perang, kejahatan terhadap kemanusiaan, dan secara sengaja menggunakan pelaparan warga Gaza sebagai senjata.
Kendati telah melakukan segala bentuk kejahatan hingga hari ke-442 perang, Rezim Zionis mengakui masih belum mampu mewujudkan tujuan-tujuannya, yaitu menghancurkan Hamas dan memulangkan para tawanan Israel.
