Loading

Ketik untuk mencari

Iran

Imam Ali Khamenei: Strategi Abadi Syahid Soleimani, Membangkitkan dan Memperkuat Poros Perlawanan

Imam Ali Khamenei: Strategi Abadi Syahid Soleimani, Membangkitkan dan Memperkuat Poros Perlawanan

POROS PERLAWANAN – Pemimpin Revolusi Islam, Ayatullah Sayyid Ali Khamenei, dalam peringatan lima tahun Syahidnya Jenderal Qasim Soleimani, pada Rabu 01 Januari 25, menegaskan bahwa strategi abadi Syahid Soleimani adalah membangkitkan dan memperkuat Poros Perlawanan. Peringatan tersebut berlangsung di Husainiyah Imam Khomeini (r.a) di Tehran yang dihadiri berbagai kalangan, termasuk pejabat tinggi, militer, tokoh agama, dan masyarakat umum.

Peringatan di Husainiyah Imam Khomeini

Acara dimulai dengan tilawah ayat-ayat suci Al-Qur’an yang menyejukkan hati, disusul dengan pembacaan puisi oleh Agha Mojtaba Ramazani yang memuat penghormatan atas jasa besar Jenderal Soleimani. Dalam pembukaan, Ayatullah Khamenei menyinggung keutamaan bulan Rajab sebagai waktu yang istimewa untuk mendekatkan diri kepada Allah melalui doa, ibadah, dan amal kebaikan.

Kemuliaan Duniawi Syahid Soleimani sebagai Balasan Keikhlasannya

Selanjutnya, Ayatullah Khamenei menyatakan bahwa makam Syahid Soleimani kini menjadi tujuan ziarah ribuan orang, tidak hanya dari Iran tetapi juga dari luar negeri. “Kemuliaan ini adalah balasan duniawi dari Allah atas keikhlasan Syahid Soleimani. Jutaan umat menghormati dan mencintainya karena ketulusannya dalam berjuang untuk Allah dan kemanusiaan,” ujar beliau.

Kisah Keberanian dalam Menyelamatkan Irak

Pemimpin Revolusi kemudian mengenang keberanian Syahid Soleimani pada awal invasi pasukan asing ke Irak. Beliau menggambarkan situasi genting di Najaf, ketika sekelompok kecil pemuda berusaha mempertahankan kompleks suci Imam Ali (a.s) dalam kondisi yang sangat sulit—tanpa perlindungan, minim makanan, dan kekurangan senjata.

“Haj Soleimani segera menyadari tanggung jawab besar yang diembannya. Beliau menjalin komunikasi dengan para pemuda tersebut, mengorganisir bantuan, dan menyelamatkan (makam suci) dari kehancuran total. Peranannya dalam mempertahankan tempat suci tersebut sangat besar, bahkan tidak tergantikan,” ungkap Ayatullah Khamenei dengan penuh penghormatan.

Pembelaan terhadap Tempat Suci sebagai Prinsip Utama

Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa pembelaan terhadap tempat-tempat suci adalah prinsip perjuangan utama yang dipegang teguh oleh Jenderal Soleimani. “Bagi Haj Qasim, semua tempat suci—baik di luar Iran maupun di dalam negeri—adalah amanah yang harus dilindungi dengan segala daya. Bahkan, beliau menganggap Iran sendiri sebagai tanah Suci yang harus dipertahankan hingga tetes darah terakhir,” ujarnya.

Meluruskan Narasi Keliru tentang Pengorbanan Syuhada

Imam Ali Khamenei juga mengkritik keras pandangan yang meremehkan atau bahkan menganggap pengorbanan para Syuhada dalam mempertahankan tempat Suci sebagai tindakan sia-sia. “Pandangan semacam itu adalah bentuk kekeliruan besar. Jika perjuangan ini tidak dilakukan, maka tempat-tempat Suci seperti Zainabiyah, Karbala, dan Najaf mungkin telah hancur seperti halnya Samarra, di mana makam Imam Askari (a.s) dirusak oleh kelompok Takfiri dengan dukungan kekuatan asing,” jelasnya.

Revolusi Islam Tetap Hidup dan Dinamis

Ayatullah Khamenei menegaskan perjuangan para Syuhada, termasuk Syahid Soleimani, telah menjadi bukti nyata bahwa Revolusi Islam tetap hidup dan dinamis. “Darah para Syuhada memberikan energi baru bagi perjuangan. Revolusi Islam terus berjalan dengan penuh semangat dan membawa pengaruh besar bagi masyarakat internasional, terutama dalam Perlawanan terhadap kezaliman,” katanya.

Peringatan bagi Negara-Negara Lain

Beliau juga menyampaikan peringatan kepada negara-negara yang mencoba menyingkirkan peran generasi muda yang beriman dalam menjaga stabilitas dan kedaulatan nasional. “Negara-negara yang mengabaikan pemuda-pemuda beriman akan menghadapi konsekuensi besar. Jika mereka melemahkan generasi muda yang menjadi tulang punggung stabilitas, mereka akan mengalami kehancuran seperti Suriah. Namun, seperti yang telah terjadi, musuh akhirnya akan mundur di hadapan keberanian dan tekad para pemuda pemberani,” tegas beliau.

Lebanon, Yaman, dan Kemenangan Perlawanan

Ayatullah Khamenei juga menyebutkan simbol-simbol Perlawanan seperti Lebanon dan Yaman. menurutnya Lebanon telah menjadi simbol Perlawanan yang penuh martabat, dan akan menang. Yaman juga merupakan simbol Perlawanan yang akan meraih kemenangan meski menghadapi tantangan besar.

“Para penjajah, seperti Amerika dan rezim Zionis, akan dipaksa meninggalkan kawasan ini dengan penuh kehinaan,” tegasnya.

Semangat Perlawanan sebagai Warisan Syuhada

Pemimpin Revolusi Islam menyerukan penghormatan atas jasa-jasa Syahid Soleimani dan semua Syuhada yang telah berjuang demi mempertahankan kehormatan agama dan Tanah Air. Beliau menegaskan bahwa menjaga semangat Perlawanan adalah kewajiban moral dan strategis dalam menghadapi tantangan global. “Semangat ini adalah warisan yang tidak boleh kita abaikan. Syahid Soleimani adalah contoh nyata dari seorang pejuang sejati yang akan terus menginspirasi generasi mendatang,” pungkas Ayatullah Khamenei.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *