Senator AS: Kesepakatan Gencatan Senjata Serupa Sudah Ada 8 Bulan Lalu, Tapi Netanyahu Selalu Menolaknya
POROS PERLAWANAN – Delegasi Israel dikabarkan telah menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada hari Jumat 17 Januari. Di sisi lain, ada banyak pihak, termasuk keluarga para tawanan Zionis, menyatakan bahwa kesepakatan dengan isi serupa sudah ada sejak berbulan-bulan lalu. Namun Benyamin Netanyahu selalu menghalangi terwujudnya kesepakatan dengan mengajukan syarat-syarat absurd di menit-menit akhir.
Diberitakan Fars, Senator AS berdarah Yahudi, Bernie Sanders dalam statemennya juga menyoroti fakta ini. Dia mengatakan,”Memprihatinkan bahwa kesepakatan saat ini sama saja dengan konten kesepakatan yang ditolak Netanyahu dan Kabinetnya pada bulan Mei silam.”
“Lebih dari 10 ribu orang telah terbunuh sejak Mei 2024 hingga sekarang. Dalam rentang waktu ini, kondisi para sandera dan warga tak berdosa juga semakin memburuk.”
Senator dari Partai Demokrat ini menyinggung peran AS dalam pembantaian warga Gaza. Menurutnya, AS telah berpartisipasi dalam genosida dan kejahatan di Gaza lantaran memasok senjata untuk Netanyahu.
Sanders menegaskan, Netanyahu tidak melancarkan perang terhadap Hamas, tapi terhadap seluruh rakyat Palestina. “Mahkamah Pidana Internasional berhak menyebut Netanyahu sebagai penjahat perang,” tandas Sanders.
“Pelaksanaan gencatan senjata dan keberlanjutannya di Gaza harus digaransi. Harus ada Pemerintahan di Gaza yang dikontrol Otoritas Palestina.”
Para pakar berpendapat, Netanyahu selalu berharap bahwa dengan merintangi kesepakatan, ia bisa menghancurkan Hamas melalui senjata dan kekuatan militer serta m,embebaskan para tawanan Zionis tanpa kesepakatan apa pun. Namun pada akhirnya, dia terpaksa menerima kesepakatan gencatan senjata.
Pada Jumat dini hari kemarin, harian Times of Israel mengutip dari Kantor Netanyahu bahwa pihak perunding Hamas dan Israel telah meneken kesepakatan gencatan senjata dan pertukaran tawanan.
