Hamas Beberkan Detail Baru Kesepakatan Gencatan Senjata
POROS PERLAWANAN – Diberitakan Fars, statemen yang dirilis Hamas menyebutkan sejumlah detail baru kesepakatan gencatan senjata di Gaza terkait kepulangan para pengungsi Palestina ke Gaza dan kawasan utaranya.
Statemen itu menyatakan bahwa pada hari ke-7 setelah dimulainya gencatan senjata, yaitu tanggal 25 Januari mendatang, setelah berakhirnya pertukaran tawanan di hari tersebut, pasukan Israel akan mengakhiri pendudukan atas koridor jalan al-Rashid dan mundur dari kawasan tersebut. Para pengungsi Palestina akan diizinkan kembali ke sektor utara Gaza melalui koridor al-Rashid tanpa membawa senjata dan digeledah. Warga juga mendapat jaminan bebas berlalu lalang antara kawasan selatan dan utara Gaza.
Kendaraan-kendaraan, setelah diperiksa, juga diperbolehkan berlalu lalang di utara koridor Natzarim. Pada hari ke-22 kesepakatan ini, para pengungsi di dalam Gaza bisa kembali ke utara Gaza melalui koridor Salahudin tanpa diperiksa.
Tahap pertama kesepakatan gencatan senjata Gaza telah diberlakukan sejak Minggu pagi 19 Januari. Kesepakatan ini mengakhiri agresi Rezim Zionis selama 15 bulan terhadap Gaza. Tahap ini berlangsung selama 42 hari. Jika kedua belah mematuhi kesepakatan, tahap kedua dan ketiga akan dimulai, yang detailnya akan dibicarakan dalam perundingan-perundingan mendatang.
Terkait dengan detail kesepakatan, media-media Israel sebelum ini mengabarkan bahwa tahap pertama meliputi keluarnya pasukan Israel secara bertahap dari pusat Gaza dan kembalinya para pengungsi Palestina ke utara Gaza.
Butir kesepakatan lain adalah masuknya 600 truk bantuan kemanusiaan, termasuk 50 truk pembawa bahan bakar, ke Gaza sepanjang berlangsungnya gencatan senjata. 300 dari truk tersebut akan dikirim ke utara Gaza.
Hamas akan membebaskan 33 tawanan Israel (sedikitnya 3 tawanan tiap pekan), mencakup seluruh wanita, anak, dan pria berusia di atas 50 tahun. Pertama-tama, tawanan wanita dan yang berusia 19 tahun akan dibebaskan, baru kemudian para pria di atas 50 tahun. Pembebasan para tawanan dilakukan melalui Palang Merah. Lokasi pertemuan di Gaza akan diberi tahukan Hamas kepada Komite Internasional Palang Merah.
Menurut Times of Israel, awalnya seluruh tawanan Israel yang masih hidup akan diserahkan, baru disusul jasad-jasad tawanan Israel yang tewas. Israel harus menukar satu tawanan sipil dengan 30 tawanan Palestina, sementara kebebasan tiap serdadu wanita Israel ditukar dengan kebebasan 50 tawanan Palestina.
Hingga berakhirnya tahap awal, Israel harus membebaskan seluruh wanita dan anak di bawah 19 tahun yang ditangkap sejak 7 Oktober 2023.
