Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Usulkan AS Caplok Jalur Gaza dengan Dalih ‘Pembangunan Ekonomi’

POROS PERLAWANAN – Presiden AS, Donald Trump pada Selasa 5 Februari mengusulkan agar Amerika Serikat mengambil alih Jalur Gaza, dengan alasan bahwa AS harus bertanggung jawab membersihkan wilayah tersebut dari puing-puing dan bom yang belum meledak serta mengembangkan kawasan itu melalui program pembangunan ekonomi.

Pernyataan Trump ini merupakan salah satu sikap paling ekstremnya terkait masa depan Gaza, wilayah berpenduduk hampir 2 juta orang Palestina yang berharap menjadi bagian dari negara Palestina di masa depan. Trump menyatakan bahwa AS akan mengembangkan kawasan itu, tetapi tidak memberikan rincian tentang siapa yang akan diizinkan untuk tinggal di sana.

Gaza Sebagai Pusat Internasional

Dalam pernyataannya, Trump mengindikasikan bahwa wilayah tersebut akan tetap dihuni oleh warga Palestina, tetapi juga menggambarkannya sebagai pusat internasional dengan akses ke Laut Mediterania bagi komunitas global.

Usulan ini tampaknya merupakan kelanjutan dari rencana perdamaian Trump pada 2020, yang mengusulkan pembangunan kawasan pantai Gaza untuk tujuan komersial dan pariwisata. Rencana tersebut dirancang oleh menantu Trump, Jared Kushner, yang memiliki latar belakang di bidang pengembangan real estat.

“Saya pikir Anda bisa mengubah tempat itu menjadi kawasan internasional yang luar biasa… Saya tidak ingin terdengar berlebihan, tetapi ini bisa menjadi ‘Riviera Timur Tengah’ yang benar-benar spektakuler,” ujar Trump.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan pengerahan pasukan AS ke Gaza, Trump menyatakan bahwa negaranya akan “melakukan apa yang diperlukan” dan mengisyaratkan ia mungkin mengunjungi wilayah tersebut.

AS Akan Ambil Alih dan Bangun Ulang Gaza

Trump secara terbuka menyatakan rencana AS untuk mengambil kendali atas Gaza dan mengelola proses pemulihan pascakonflik.

“AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan menjalankan tugas—apakah itu melalui kepemilikan langsung atau dengan bertanggung jawab membongkar bom yang belum meledak, meratakan puing-puing, dan membersihkan bangunan yang hancur,” kata Trump.

“Kami akan menciptakan pembangunan ekonomi yang menyediakan lapangan kerja dan perumahan dalam jumlah besar bagi masyarakat di kawasan tersebut. Ini adalah proyek nyata yang akan membawa perubahan besar.”

Pernyataan ini disampaikan Trump dalam konferensi pers bersama Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu di Gedung Putih.

“Saya melihat kemungkinan kepemilikan jangka panjang atas wilayah tersebut,” tambahnya.

“Keputusan ini tidak dibuat sembarangan. Semua orang yang saya ajak bicara mendukung gagasan bahwa Amerika Serikat pantas memiliki dan mengembangkan kawasan ini, menciptakan ribuan pekerjaan, serta menjadikannya sebuah wilayah yang luar biasa. Saat ini, yang terlihat dari Gaza hanyalah kematian, kehancuran, dan bangunan yang runtuh,” ujar Trump.

Usulan Relokasi Warga Palestina

Sebelumnya, Trump menyarankan agar warga Palestina di Gaza dapat direlokasi ke wilayah lain dan tidak kembali ke Gaza.

Ia menyerukan kepada negara-negara yang memiliki “kepedulian kemanusiaan” untuk membangun kawasan permukiman baru bagi sekitar 1,8 juta warga Palestina yang tinggal di Gaza.

Netanyahu memuji Trump sebagai pemimpin yang memiliki pandangan berbeda.

“Anda menyampaikan hal-hal yang tidak berani dikatakan orang lain. Setelah orang-orang terkejut, mereka akan mulai berpikir dan menyadari, ‘Anda tahu, dia benar’,” kata Netanyahu.

Ketika ditanya apakah ia mendukung usulan Trump, Netanyahu mengatakan bahwa Trump membawa gagasan ini ke “tingkat yang lebih tinggi”.

“Presiden Trump melihat masa depan yang berbeda bagi wilayah ini,” ujarnya.

Reaksi dari Negara-Negara Arab

Sejumlah negara Arab menolak gagasan pemindahan warga Palestina dari Jalur Gaza.

“Warga Palestina tidak ingin meninggalkan tanah mereka,” demikian isi surat yang dikirimkan seorang pejabat senior Palestina bersama para menteri luar negeri Arab Saudi, Yordania, Mesir, Qatar, dan Uni Emirat Arab kepada Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio pekan ini.

“Kami mendukung posisi mereka tanpa syarat”, tulis mereka dalam surat tersebut, yang menyerukan agar warga Palestina “tinggal di tanah mereka dan membantu membangunnya kembali”.

Dalam pernyataan lebih lanjut di Gedung Putih, Trump kembali menegaskan bahwa AS akan mengambil peran utama dalam pembangunan kembali Gaza.

“Kami akan mengambil alih wilayah itu dan mengembangkannya. Menciptakan ribuan pekerjaan, dan menjadikannya sesuatu yang bisa dibanggakan oleh seluruh Timur Tengah,” ujar Trump.

“Kami akan menjadi penjaga yang baik bagi sesuatu yang sangat berharga,” tambahnya, seraya menekankan bahwa pekerjaan yang diciptakan di Gaza akan tersedia bagi semua orang.

Sumber: The Hill

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *