Hamas Serahkan Jasad Tawanan Israel dalam Peti Mati Terkunci, Apa Maknanya?
POROS PERLAWANAN – Brigade al-Qassam melakukan sebuah tindakan simbolis penuh arti saat menyerahkan jasad 4 tawanan Israel kepada perwakilan Palang Merah Internasional.
Diberitakan al-Alam, sayap militer Hamas itu menyerahkan peti-peti mati yang terkunci. Menariknya, kunci-kunci yang diserahkan tidak cocok dengan peti-peti mati tersebut. Tindakan ini merupakan sebuah pesan kepada Israel bahwa “jasad-jasad para tawanan itu tidak bisa diperoleh dengan gampang.”
Brigade al-Qassam mengumumkan, 4 tawanan Israel itu terbunuh dalam serangan Militer Rezim Zionis ke Gaza. Al-Qassam menyoroti perilaku Israel dalam membunuh tawanan Palestina dan menyatakan, Tel Aviv yang biasa membunuh para tawanan, kini harus membongkar peti mati dengan tangannya sendiri untuk bisa mengeluarkan jasad para tawanan tersebut.
Langkah simbolis ini, selain menunjukkan tekad Perlawanan Palestina, juga merupakan pesan nyata kepada Israe dan masyarakat internasional bahwa “perlawanan terhadap kezaliman dan penindasan akan terus berlanjut tanpa henti.”
Reporter al-Alam melaporkan, berbagai spanduk dipasang di sekitar panggung tempat penyerahan jasad para tawanan Israel. Spanduk-spanduk itu berisi berbagai pesan. Salah satu spanduk bertuliskan “Hari Kemudian.” Kalimat ini merujuk kepada hari usai agresi dan kejahatan Rezim Zionis selama 15 bulan di Gaza.
Sejumlah poster besar juga dipasang di sekitar panggung. Poster-poster tersebut mengingatkan kejadian-kejadian dan peristiwa-peristiwa terpenting saat perang di Gaza. Salah satunya adalah penyergapan di al-Farahin yang menewaskan dan melukai sejumlah serdadu Israel.
Salah satu poster menampilkan peti-peti mati dengan bendera Israel dengan tulisan berikut:”Dimulainya perang kembali sama saja dengan memulangkan tawanan lain dalam peti mati.”
Poster lain menunjukkan statistik kejahatan Rezim Zionis, yang disertai dengan foto para tawanan Israel yang tewas akibat serangan udara Militer Zionis. Foto itu bertuliskan:”Mereka tewas karena rudal-rudal Si Penjahat Perang (Netanyahu).”
