Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Trump Sebut Zelensky ‘Pelawak Diktator’

POROS PERLAWANAN – Donald Trump kembali menyebut Volodymyr Zelenskyy sebagai diktator untuk kedua kalinya, dengan menyoroti bahwa Zelensky tetap berkuasa tanpa melalui pemilihan umum.

Menurut Kantor Berita Tasnim, pada Kamis 19 Februari, Presiden AS Donald Trump, dalam pidatonya di Miami, menggambarkan Presiden Ukraina tersebut sebagai seorang diktator dan mengatakan, “Dia sebaiknya bertindak cepat, kalau tidak, tidak akan ada yang tersisa dari negaranya.”

Trump menuduh Zelensky memanipulasi Pemerintahan Joe Biden untuk mendapatkan miliaran Dolar dari uang pembayar pajak Amerika. Ia juga menambahkan, “Saya berharap kita segera melihat gencatan senjata di Ukraina. Kami telah berhasil membuka jalur negosiasi dengan Rusia untuk mengakhiri perang ini. Saya berbicara dengan Putin dan Zelensky, dan tim kami sedang berupaya mencapai tujuan tersebut.”

Ketika ditanya mengenai alasan Zelensky tidak hadir dalam perundingan antara Rusia dan AS, Trump berkomentar, “Zelensky sebenarnya bisa saja hadir jika ia mau.”

Sehari sebelumnya, Trump melontarkan kritik tajam terhadap Zelensky melalui akun media sosialnya, Truth Social. Dalam unggahannya, Trump menulis: “Bayangkan seorang komedian yang cukup sukses tiba-tiba berbicara tentang Amerika dan pengeluarannya sebesar $350 miliar untuk perang yang tidak bisa dimenangkannya.”

Ia melanjutkan, “Perang ini seharusnya tidak pernah dimulai. Namun, tanpa dukungan Amerika dan saya (Trump), Zelensky tidak akan bisa menyelesaikan konflik ini. Sebagai seorang diktator yang berkuasa tanpa Pemilu, Zelensky sebaiknya bertindak cepat, atau dia tidak akan memiliki negaranya lagi.”

Pernyataan Trump ini memicu reaksi keras dari berbagai negara Eropa. Sejauh ini, sejumlah pejabat dari Inggris, Polandia, Prancis, dan Jerman telah menyatakan dukungan mereka terhadap Zelensky.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *