Macron Sarankan Trump Negosiasi dengan Iran
POROS PERLAWANAN – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, pada Kamis 18 Februari, berupaya memanfaatkan isu Iran dan Tiongkok untuk mendorong Donald Trump agar mengambil sikap tegas terhadap Rusia.
“Bagaimana Anda bisa terlihat meyakinkan di hadapan Tiongkok jika Anda lemah terhadap [Vladimir] Putin [Presiden Rusia]?” ujar Macron sambil mengepalkan tangannya saat sesi tanya jawab di media sosial, seperti dilansir Farsnews agency pada Jumat.
Lebih lanjut, Macron menambahkan: “Jika Anda tidak ingin Iran memiliki bom nuklir, maka Anda tidak bisa bersikap lemah terhadap seseorang yang berusaha membantu Iran mencapai tujuan tersebut.”
Macron menyatakan bahwa dirinya akan membahas isu tersebut dengan Presiden Amerika Serikat saat kunjungannya ke Washington pada Senin mendatang.
Pernyataan Macron ini muncul di tengah kekhawatiran para pejabat Eropa setelah putaran pertama negosiasi antara pejabat tinggi Rusia dan Amerika Serikat di Riyadh, yang bertujuan mengakhiri perang di Ukraina.
Pertemuan di Riyadh tersebut diadakan tanpa melibatkan pejabat dari Eropa maupun Ukraina. Para pejabat Eropa menilai langkah Washington ini sebagai indikasi menurunnya komitmen sekutu lamanya terhadap keamanan Benua Biru.
Dalam bagian lain pernyataannya, Macron menyoroti bahwa ketidakpastian yang ditimbulkan Trump dalam penanganan konflik Ukraina menjadi sumber kekhawatiran bagi sekutu-sekutu AS.
Namun demikian, Macron menambahkan bahwa jika Trump mampu menciptakan ketidakpastian serupa terhadap Putin, hal tersebut dapat menjadi “sesuatu yang positif”.
