Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Media Zionis: Netanyahu Dipusingkan Kesepakatan Pertukaran Tawanan

Media Zionis: Netanyahu Dipusingkan Kesepakatan Pertukaran Tawanan

POROS PERLAWANAN – Berlawanan dengan klaim sebagian petinggi Rezim Zionis soal keharusan memulai agresi kembali ke Gaza, Kanal 13 Israel melaporkan bahwa Tel Aviv tidak berniat menyulut perang kembali atas Gaza dalam beberapa waktu ke depan.

Diberitakan Fars, Kanal 13 menyatakan bahwa Otoritas Israel meyakini perundingan harus diberi lebih banyak waktu. Menurut stasiun televisi ini, PM Benyamin Netanyahu sedang sibuk melakukan evaluasi keamanan terperinci terkait kesepakatan pertukaran tawanan.

Gencatan senjata antara Hamas dan Israel dimulai sejak 19 Januari lalu. Kesepakatan ini mencakup 3 tahap. Tiap tahap berlangsung selama 42 hari, dengan syarat bahwa perundingan tahap berikutnya harus dimulai sebelum berakhirnya tahap pertama.

Sejak Oktober 2023 hingga Januari 2025, Rezim Zionis melakukan genosida nyata di Gaza. Lebih dari 160 ribu warga Palestina syahid dan lebih dari 14 ribu lainnya hilang akibat agresi tersebut.

Menukil dari sumber-sumber Zionis, Radio Militer Israel mengakui bahwa tanpa tekanan besar dari AS, Tel Aviv bakal kesulitan memperpanjang tahap pertama kesepakatan pertukaran tawanan.

Netanyahu dan Kabinet Israel berusaha agar tidak memasuki tahap kedua kesepakatan. Sebab tahap kedua ini mencakup penghentian total perang dan hengkangnya pasukan Zionis dari Gaza.

Pada hakikatnya, Otoritas Israel berusaha memperpanjang masa tahap pertama untuk membebaskan seluruh tawanan. Dengan demikian, mereka bisa memulai perang kapan pun atas Gaza dan melanjutkan pendudukan.

Di sisi lain, Badan Radio dan Televisi Israel mengeklaim, Netanyahu meyakini bahwa perang bisa dimulai untuk memberi tekanan sesaat kepada Hamas.

Sumber-sumber Zionis mengabarkan, kesepakatan dengan Hamas bisa dijalin. Namun terwujudnya kesepakatan ini membutuhkan partisipasi luas para mediator. Orang-orang dekat Netanyahu menyatakan, saat ini PM Israel tidak berniat memasuki tahap kedua kesepakatan gencatan senjata.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *