Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Para Petinggi Israel Saling Caci dalam Rapat di KantorNetanyahu

Para Petinggi Israel Saling Caci dalam Rapat di KantorNetanyahu

POROS PERLAWANAN – Dalam rapat keamanan di kantor PM Israel, terjadi perang verbal yang dibarengi cacian antara para menteri dan petinggi senior keamanan. Cekcok dipicu oleh masalah para tawanan dan perang terhadap Hamas.

Dilansir Fars, krisis kepercayaan antara PM Benyamin Netanyahu dan Kepala Shin Bet, Ronen Bar, serta Penanggung Jawab Masalah Tawanan di Militer Israel, Nitzan Alon terus berlanjut. Netanyahu masih tetap meremehkan dan menyangsikan kemampuan analitis Bar dan Alon. Hal ini terjadi setelah Netanyahu praktis mengubah tim negosiator Israel.

Pada Minggu malam 2 Maret, Kanal 13 Israel memublikasikan laporan dengan lebih banyak detail terkait metode manajemen perang terpanjang dalam sejarah Rezim Zionis, terutama terkait isu-isu penting seperti pembebasan para tawanan dan kelanjutan perang terhadap Hamas.

Dalam rapat tersebut, Bar mengungkap ketidaksenangannya terhadap metode penanganan masalah ini. Ia mengatakan,”Opini publik menjadi target penyesatan. Saya ingin percaya bahwa ini hanya sebuah kebodohan. Mustahil kita meminta Donald Trump untuk mengakhiri perang ini, sebab hal ini tidak pernah digulirkan dan tidak akan terjadi.”

Di sisi lain, Menteri Hubungan Strategis, Ron Dermer menentang sikap Bar. Dermer adalah orang dekat Netanyahu dan mengelola masalah perundingan setelah Bar dipecat. Dermer berkata,”Kita tidak akan membiarkan Hamas tetap berkuasa walau hanya sehari. Kita tidak bisa menanggung masalah ini, walau hanya satu menit. Kau tidak memahami realita. Hamas adalah ‘kelompok teroris’ yang melancarkan (Operasi) 7 Oktober kepada kita.”

Alon, yang menindaklanjuti masalah tawanan sejak awal perang, mengutarakan pandangan berbeda. Ia berkata kepada para Menteri,”Jika kita menolak membicarakan tuntutan-tuntutan Hamas, tidak akan ada kemajuan dalam masalah tawanan. Tak satu pun tawanan yang akan dibebaskan. Kita berunding dengan sikap realistis untuk memulangkan sejumlah tawanan. AS melalui para mediator akan melakukan tekanan demi memuluskan tahap kedua kesepakatan.”

Jubir Militer Israel menolak berkomentar tentang rapat tersebut. “Kami tidak akan berkomentar tentang apa yang dikatakan dalam rapat-rapat tertutup,” ujarnya.

Dalam statemennya, kantor Netanyahu juga mengumumkan tidak akan berkomentar tentang masalah ini.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *