Loading

Ketik untuk mencari

Suriah

Pemberontak Al-Jolani Tidak Mengakui Pembantaian di Barat Suriah

POROS PERLAWANAN – Setelah beredarnya gambar-gambar yang menunjukkan pembantaian warga sipil di wilayah barat Suriah oleh kelompok pemberontak yang dipimpin al-Jolani, Kementerian Luar Negeri yang berafiliasi dengan kelompok tersebut mengeluarkan pernyataan resmi. Dalam pernyataan tersebut, mereka mengklaim bahwa “kelompok relawan” bertanggung jawab atas eksekusi lapangan yang terjadi, bukan pasukan utama mereka.

Klaim dari Kelompok Pemberontak

Menurut laporan Kantor Berita Farsnews (10/3), Kementerian Luar Negeri Al-Jolani menyatakan bahwa ketika pasukan mereka sedang bertempur melawan kelompok bersenjata, sejumlah kelompok relawan melakukan aksi balas dendam, termasuk eksekusi lapangan.

Selain itu, mereka juga mengklaim, beberapa anggota mereka terbunuh hanya karena kendaraan mereka memiliki plat nomor dari Idlib, sebuah wilayah yang menjadi pusat bagi kelompok Haiat Tahrir al-Sham (HTS).

Laporan dari Organisasi Pemantau Hak Asasi Manusia

Sementara itu, Observatorium Hak Asasi Manusia Suriah melaporkan, meskipun pemberontak yang menguasai Damaskus mengumumkan penghentian operasi militer mereka di barat Suriah, kekerasan dan pelanggaran HAM masih terus berlangsung.

Laporan dari observatorium ini menyebutkan bahwa:

Kelompok bersenjata bersama pasukan Kementerian Pertahanan yang berafiliasi dengan Al-Jolani telah memasuki kota kecil Harisun di pinggiran Baniyas.
Setelah memasuki wilayah tersebut, pasukan ini melakukan aksi penjarahan serta membakar rumah-rumah dan harta benda milik warga.

Kota kecil ini juga menjadi sasaran pengeboman dengan berbagai jenis senjata, meskipun sebagian besar penduduk telah melarikan diri ke daerah pertanian terdekat untuk menyelamatkan diri.

Kondisi Kemanusiaan yang Memburuk

Situasi kemanusiaan di wilayah pesisir Suriah semakin memburuk. Menurut laporan Observatorium Hak Asasi Manusia:

– Pasokan makanan tidak masuk ke wilayah tersebut selama beberapa hari terakhir.
– Operasi militer pasukan Al-Jolani terus berlanjut, menyebabkan warga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka.
– Air minum tidak tersedia di banyak daerah, dan sejumlah toko roti telah berhenti beroperasi sejak empat hari lalu.
– Penduduk kota Harisun menyerukan intervensi segera dari komunitas internasional dan meminta tim pemantau PBB untuk mengunjungi wilayah mereka. Saat ini, tim pemantau telah tiba di Baniyas dan sedang melakukan inspeksi lapangan di wilayah pesisir Suriah.

Pernyataan Resmi dari Kelompok Pemberontak

Dalam sebuah memo kepada perwakilan diplomatik, Kementerian Luar Negeri pemberontak mengklaim bahwa: Sebuah kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan rezim sebelumnya dan didukung oleh pihak asing merupakan pemicu dimulainya operasi pada 6 Maret.
Kelompok bersenjata tersebut sempat menguasai beberapa balai kota di wilayah pesisir dan mengepung enam rumah sakit.

Mereka menegaskan bahwa “rakyat Suriah pada dasarnya menolak segala upaya yang bertujuan mengganggu stabilitas negara.”

Bentrokan Terbaru di Latakia

Di akhir pernyataan tersebut, kelompok pemberontak melaporkan bahwa pasukan mereka disergap di Provinsi Latakia, yang menyebabkan sejumlah anggota mereka tewas.

Hingga saat ini, belum ada konfirmasi independen mengenai jumlah korban dalam insiden tersebut. Namun, berbagai sumber melaporkan bahwa bentrokan di Latakia terus berlanjut, dengan kedua belah pihak mengalami korban jiwa.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *