Loading

Ketik untuk mencari

Lebanon

Sekjen Hizbullah: Serangan ke Rumah Netanyahu Menunjukkan Kekuatan Perlawanan

POROS PERLAWANAN – Syeikh Naim Qassim menegaskan kekuatan Poros Perlawanan dalam menghadapi Israel.

Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, Syeikh Naim Qassim, dalam wawancaranya dengan jaringan televisi Al-Manar yang dipublikasikan pada Minggu  (9/3), membahas berbagai isu, termasuk perkembangan terbaru di kawasan serta perjuangan kelompok perlawanan dalam menghadapi Israel.

Dalam pernyataannya, Syeikh Naim Qassim menyoroti partisipasi luar biasa masyarakat dalam prosesi pemakaman para syahid, Sayyid Hassan Nasrallah dan Sayyid Hashim Safiuddin.

“Partisipasi masyarakat dalam pemakaman para syahid ini sungguh luar biasa dan belum pernah terjadi sebelumnya. Saya meminta rakyat Lebanon untuk tetap teguh, seperti yang selalu mereka lakukan, karena kalian adalah anak-anak Sayyid Nasrallah,” ujarnya.

Perlawanan yang Tak Tergoyahkan

Syeikh Naim Qassim menambahkan bahwa melalui prosesi pemakaman ini, ia semakin memahami kedalaman hubungan antara para pemimpin Hizbullah dan rakyatnya.

“Mereka adalah manusia paling mulia dan terhormat. Meskipun menghadapi berbagai tekanan dan situasi sulit, mereka tetap teguh dalam perjuangan dan berkomitmen pada prinsip kesyahidan. Bahkan dalam mimpi pun, musuh tidak akan mampu mengalahkan mereka,” katanya.

Menurutnya, prosesi pemakaman tersebut bukan hanya bentuk penghormatan bagi para syahid, tetapi juga deklarasi kemenangan atas keyakinan dan kepercayaan yang dipegang teguh oleh kelompok Perlawanan.

“Kami terus berjuang hingga mencapai kesepakatan, tanpa pernah goyah atau menyerah,” tegasnya.

Dukungan dari Irak dan Iran

Syeikh Naim Qassim juga menyampaikan penghargaan kepada rakyat Irak atas dukungan mereka terhadap Hizbullah.

“Saya menyampaikan salam dan penghormatan kepada rakyat Irak, para ulama, Pasukan Mobilisasi Populer (Al-Hashd Al-Shaabi), serta otoritas keagamaan di tempat-tempat suci atas kesiapan mereka dalam mendukung Lebanon,” katanya.

Ia juga mengapresiasi kehadiran masyarakat Iran dalam upacara pemakaman, meskipun mereka menghadapi berbagai hambatan.

“Terlepas dari berbagai rintangan yang menghalangi mereka, rakyat Iran tetap hadir dalam jumlah besar sebagai bentuk solidaritas mereka,” tambahnya.

Kesiapan dan Keberlanjutan Perlawanan

Sekjen Hizbullah menegaskan bahwa kelompok Perlawanan yang ia pimpin memiliki fondasi yang kuat dan tidak akan tergoyahkan oleh tekanan apa pun.

“Perlawanan ini kokoh dan berakar kuat. Struktur dan organisasi kami solid serta terdiri dari individu-individu yang jujur dan berkomitmen. Kami siap menghadapi segala tantangan, bahkan dalam kondisi paling sulit sekalipun,” tegasnya.

Terkait kepemimpinan Hizbullah setelah kesyahidan Sayyid Hassan Nasrallah, Syeikh Naim Qassim mengungkapkan bahwa ia segera berdiskusi dengan Sayyid Hashim Safiuddin untuk membahas langkah-langkah strategis selanjutnya.

“Kami membahas kepemimpinan sebelum upacara pemakaman sebagai bagian dari strategi kekuatan kami. Saya meminta Sayyid Hashim Safiuddin untuk mengambil alih posisi sebagai Sekretaris Jenderal,” ujarnya.

Menghadapi Tantangan Pasca Serangan

Syeikh Naim Qassim juga mengungkapkan perasaannya setelah kesyahidan Sayyid Hashim Safiuddin, yang ia anggap sebagai momen yang mengubah hidupnya secara drastis.

“Setelah kepergian Sayyid Hashim, saya merasa hidup saya berubah sepenuhnya. Namun, saya tidak merasa khawatir atau cemas, karena saya yakin bahwa ini adalah bagian dari takdir Ilahi. Hizbullah memiliki banyak pemimpin dan kapasitas yang luar biasa. Kami mampu mengendalikan situasi dalam waktu 10 hari setelah serangan,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Hizbullah terus mengevaluasi setiap peristiwa untuk menarik pelajaran penting dan memperbaiki strategi mereka.

“Kami melakukan investigasi menyeluruh untuk memahami dan mengambil pelajaran dari insiden yang terjadi. Bahkan di tengah pertempuran, kami terus melakukan perubahan dan penyesuaian taktik,” katanya.

Pesan Kekuatan bagi Israel

Sebagai penutup, Syeikh Naim Qassim menekankan bahwa keberhasilan serangan yang mencapai rumah Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menjadi bukti nyata dari kemampuan kelompok Perlawanan.

“Tangan-tangan Perlawanan telah mencapai rumah Netanyahu. Ini adalah bukti kekuatan kami, dan kami akan terus meningkatkan kemampuan kami untuk menghadapi musuh dengan lebih efektif,” pungkasnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *