Loading

Ketik untuk mencari

Palestina

Apa yang Dibahas dalam Pertemuan Langsung Hamas dengan AS?

Apa yang Dibahas dalam Pertemuan Langsung Hamas dengan AS?

POROS PERLAWANAN – Kondisi persenjataan Hamas dalam masa depan Gaza menjadi bagian penting dari perundingan langsung faksi Perlawanan itu dengan Utusan AS untuk Urusan Tawanan, Adam Boehler. Dalam perundingan tersebut, perwakilan Hamas menolak tawaran-tawaran parsial yang diajukan Boehler terkait kesepakatan komprehensif.

Diberitakan al-Alam, dalam perundingan tersebut Hamas bicara soal tercapainya kesepakatan menyeluruh untuk melaksanakan tahap kedua. Hamas juga menolak solusi-solusi parsial jangka pendek yang ditawarkan Utusan AS dalam perundingan pertama.

Perlu disebutkan bahwa paket tawaran Hamas mendapat dukungan dari seluruh faksi-faksi Perlawanan di Gaza. Efek dari paket tawaran itu bukan mencakup Gaza, tapi juga meliputi Tepi Barat dan Quds. Paket tawaran tersebut mencakup gencatan senjata jangka panjang hingga lebih dari 10 tahun di Gaza dan Tepi Barat. Tawaran itu juga menjamin bahwa kondisi di Quds akan tetap seperti yang ada sekarang.

Di sisi lain, Hamas menyatakan kesiapannya soal potensi berdialog terkait sistem persenjataan ofensif, terutama rudal-rudal dengan berbagai jarak jangkau, sebagai imbalan dari gencatan senjata jangka panjang. Gencatan senjata ini akan diberlakukan setelah dilaksanakannya kesepakatan yang mencakup hengkangnya pasukan Israel dari Gaza, penghentian agresi saat ini, dan pembebasan seluruh tawanan Israel, terutama yang berkewarganegaraan AS, sesuai kesepakatan.

Dalam wawancara dengan CNN, Boehler berkata bahwa perwakilan Hamas menegaskan, bahkan jika negara merdeka Palestina dibentuk, Hamas tak akan melepaskan seluruh persenjataan Perlawanan. Perwakilan Hamas menyatakan, ini adalah sebuah prinsip permanen dan tak bisa ditawar-tawar, apa pun perubahan yang terjadi dalam kepemimpinan faksi tersetbu di tahun-tahun mendatang.

Beberapa jam kemudian, Boehler berkata kepada media-media Israel:”Saya tahu bahwa Israel dikejutkan oleh pertemuan saya dengan Hamas. Namun itu dialog yang sangat penting.”

“Saya telah bertindak benar dalam berunding dengan Hamas, sebab sulit untuk memahami sebuah gerakan pemikiran secara tepat tanpa berdialog dengannya,” imbuh Boehler.

“Pertemuan kami dengan Hamas tidak berarti bahwa kami kawan atau sekutu mereka. Saya membahas soal kemajuan perundingan. Hamas memberi tahu saya bahwa mereka ingin memulangkan seluruh tawanan Israel, juga berusaha membebaskan para tawanan Palestina.”

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *