Kebebasan Berpendapat? Tidak! Tangkap Saja!
POROS PERLAWANAN – Tindakan Presiden AS, Donald Trump, dalam menangkap dan meningkatkan tekanan terhadap para pendukung Palestina telah memicu reaksi keras para pegiat dunia maya di Barat, terutama AS.

“Penangkapan baru-baru ini adalah penangkapan pertama dari serangkaian penangkapan-penangkapan selanjutnya.”
Ini adalah pernyataan Trump menyusul penangkapan atas salah seorang mahasiswa pro-Palestina di Universitas Columbia, Mahmoud Khalil.
Diberitakan Fars, Trump mengunggah foto Khalil di dunia maya dan memberitakan rangkaian penangkapan mendatang, padahal berdasarkan Amandemen Pertama UUD AS, Pemerintah dilarang membuat aturan untuk “menetapkan sebuah agama sebagai agama resmi, melarang keyakinan bebas kepada agama, atau membatasi kebebasan berpendapat dan hak untuk berkumpul secara damai.”
Pada 9 Maret lalu, Khalil ditangkap oleh Kantor Imigrasi AS dengan tuduhan aksi anti-Israel dan kerja sama dengan Hamas. Perintah deportasi untuknya telah dikeluarkan. Namun pada hari Selasa 11 Maret ini, Pengadilan AS menangguhkan vonis deportasi Khalil untuk sementara.
Trump telah menghapus bantuan senilai 400 juta Dolar untuk Universitas Columbia. Dia juga meningkatkan tekanan terhadap para pendukung Palestina di lebih dari 60 universitas AS.
Usai penangkapan Khalil, netizen AS mengkritik tindakan Trump dan menyatakan, akan tiba saatnya bahwa orang-orang AS sendiri akan dilempar ke penjara lantaran mengkritik Israel.

Banyak netizen yang membenarkan cuitan tersebut. Menurut mereka, AS sedang menuju dengan cepat ke arah kejadian tersebut.
Sejumlah netizen memandang kondisi ini sebagai berakhirnya riwayat kebebasan berpendapat di tengah masyarakat AS.

Sejumlah besar netizen menyoroti kekuasaan Rezim Zionis dan pengaruhnya terhadap Pemerintahan mereka. Mereka menyatakan, jika Anda ingin tahu siapa yang benar-benar memegang kendali Pemerintahan, lihat saja siapa yang tidak boleh Anda kritik. Maka dia adalah penguasa sebenarnya.

Sejumlah netizen Barat membagikan karikatur dukungan para pejabat AS untuk Israel. Mereka menyatakan, Israel adalah pengendali utama kebijakan Partai Demokrat dan Republik.

Netizen lain melontarkan sindiran dengan mengunggah foto Trump yang sedang membantu Netanyahu duduk di kursi. Foto itu dilampiri tulisan berikut:”Presiden AS akan duduk dan dibantu oleh Trump.”

