Mantan Kepala Shin Bet Ancam Beberkan Rahasia-rahasia Netanyahu
POROS PERLAWANAN – Mantan Kepala Badan Keamanan Dalam Negeri Israel (Shin Bet), Nadav Argaman menyatakan, dirinya memiliki banyak informasi tentang PM Benyamin Netanyahu. Jika diperlukan, ia bisa mengungkap informasi-informasi tersebut.
Diberitakan Fars, dalam wawancara dengan Kanal 12 Israel yang disiarkan pada Kamis 13 Maret, Argaman menyatakan, untuk saat ini dirinya menyembunyikan seluruh peristiwa yang terjadi antara dirinya dan Netanyahu dari publik. Namun ia mengancam akan membeberkannya jika dibutuhkan.
“Jelas bahwa yang memiliki banyak informasi yang bisa saya gunakan,” kata Argaman, yang mengepalai Shin Bet sejak tahun 2016 hingga 2021.
PM Israel merespons statemen Argaman dengan menyebutnya sebagai “aksi pemerasan.” Dalam statemennya, kantor Netanyahu menyatakan,”Malam ini, sebuah garis merah berbahaya lain bagi demokrasi Israel telah dilanggar. Dalam sejarah Israel dan demokrasi, tak pernah ada mantan Kepala sebuah lembaga rahasia dalam sebuah siaran langsung televisi mengancam untuk memeras Perdana Menteri yang masih aktif.”
“Ancaman ala Mafia tidak akan menghalangi saya untuk melaksanakan tugas. Saya akan melakukan segala yang diperlukan demi menjaga keamanan Israel,” ujar Netanyahu.
Israel Simpan 676 Jenazah Warga Palestina
Sementara itu, dikutip Mehr dari al-Jazeera, sebuah kelompok pembela HAM Palestina mengumumkan, Israel menyimpan 676 jenazah warga Palestina di freezer dan kubur-kubur militer yang dikenal dengan “pekuburan angka.”
Pekuburan angka adalah tempat-tempat Israel mengubur jasad warga Palestina tanpa satu pun nama dan tanda pengenal. Kubur-kubur itu hanya ditandai dengan angka-angka. Tindakan ini dikecam lantaran melanggar HAM dan hukum internasional.
Rezim Zionis membunuh 3 warga Palestina pada Selasa lalu di Jenin, Tepi Barat. Israel lalu menyita jenazah-jenazah tersebut, sehingga jumlah jenazah yang dicuri Israel pun bertambah.
Berdasarkan daftar kelompok pembela HAM tersebut, jenazah 60 anak dan 9 wanita masuk dalam daftar jenazah yang disimpan Israel. Selama beberapa dekade, Israel menyimpan jenazah para pejuang Palestina sebagai alat negosiasi.
