Loading

Ketik untuk mencari

Yaman

Bantah Tudingan Amerika, Menlu Yaman: Iran Tak Ikut Campur Tangan Soal Keputusan Kami

POROS PERLAWANAN – Menteri Luar Negeri Yaman, Jamal Amer, menegaskan bahwa Iran tidak terlibat dalam pengambilan keputusan negaranya. Pernyataan ini sekaligus membantah klaim Amerika Serikat yang berulang kali menyebut bahwa Iran memengaruhi kebijakan Yaman.

“Iran tidak ikut campur dalam keputusan kami. Operasi Yaman melawan Zionis merupakan keputusan independen dan akan terus berlanjut hingga pengepungan Gaza berakhir,” ujar Amer dalam wawancara dengan Reuters pada Rabu (19/3).

Yaman Tegas Dukung Gaza dan Blokade Laut

Amer menegaskan, Yaman akan tetap mendukung perjuangan rakyat Gaza dan terus memberlakukan blokade laut terhadap Israel, meskipun menghadapi ancaman, tekanan, dan agresi dari Amerika Serikat.

“Angkatan bersenjata Yaman tidak akan menghentikan atau mengurangi operasi mereka terhadap kapal-kapal Israel di Laut Merah dalam keadaan apa pun,” tegasnya.

Menanggapi tudingan AS mengenai campur tangan Iran, Amer menekankan bahwa tidak akan ada negosiasi untuk mengurangi operasi Yaman terhadap Israel sebelum blokade Gaza dicabut. Ia mengakui bahwa Iran terkadang berperan sebagai mediator dalam beberapa kasus, tetapi tidak dalam bentuk intervensi atau paksaan.

Respons terhadap Serangan AS

Menurut Amer, beberapa negara telah mengirimkan pesan untuk meredakan ketegangan, tetapi Yaman saat ini berada dalam situasi perang dengan Amerika Serikat, sehingga memiliki hak untuk membela diri dengan segala cara yang memungkinkan.

“Kami akan membalas serangan AS dengan cara yang sama. Jika mereka menyerang Yaman dari kapal induk USS Harry S. Truman, maka kapal itu akan menjadi target kami,” katanya.

Sikap terhadap Negara-Negara Arab

Menanggapi kemungkinan intervensi militer negara-negara Arab dalam konflik ini, Amer menyatakan bahwa hingga saat ini Arab Saudi dan negara-negara Arab lainnya belum melakukan campur tangan secara militer. Ia menyambut baik posisi ini, tetapi memperingatkan bahwa jika ada negara Arab yang terjebak dalam strategi AS untuk menyerang Yaman, mereka akan menjadi target serangan Yaman.

“Jika ada pesawat atau pangkalan yang digunakan untuk menyerang kami, kami akan merespons dengan tindakan yang sesuai,” tegasnya.

Serangan Balasan Yaman terhadap AS dan Israel

Di tengah agresi berkelanjutan AS dan Inggris terhadap pusat-pusat sipil di Yaman, Juru Bicara Angkatan Bersenjata Yaman, Yahya Saree, mengumumkan bahwa tentaranya telah meluncurkan operasi besar-besaran dengan rudal dan pesawat tak berawak terhadap kapal-kapal militer AS di Laut Merah.

“Militer AS tengah mempersiapkan serangan udara besar terhadap Yaman. Sebagai tanggapan, kami telah meluncurkan sejumlah rudal jelajah dan drone yang menargetkan kapal induk USS Harry S. Truman dan beberapa kapal perang lainnya. Ini adalah serangan keempat terhadap kapal induk AS dalam 72 jam terakhir,” ungkap Saree.

Ia menambahkan bahwa serangan AS tidak akan menghentikan Yaman untuk memenuhi kewajiban agama, moral, dan kemanusiaan terhadap rakyat Palestina.

Sebelumnya, angkatan bersenjata Yaman juga telah menargetkan pangkalan udara Navatim di wilayah pendudukan Palestina dengan rudal balistik supersonik “Palestine 2” yang diklaim berhasil mengenai sasaran.

Eskalasi Serangan dan Korban Sipil

Putaran baru serangan rudal dan pesawat tak berawak Yaman terjadi pada Minggu (16/3), bertepatan dengan dimulainya serangan besar-besaran AS ke Yaman.

Serangan udara dan rudal AS yang gencar pada hari itu dianggap sebagai yang terberat terhadap Yaman. Menurut Kementerian Kesehatan Yaman, sedikitnya 53 orang tewas, termasuk lima anak dan dua wanita, serta 98 orang lainnya mengalami luka-luka, di antaranya 18 wanita dan anak-anak.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *