Loading

Ketik untuk mencari

Amerika

Utusan Khusus AS untuk Timur Tengah: Trump Berupaya ‘Membangun Kepercayaan’ dengan Iran

POROS PERLAWANAN – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump berupaya membangun kepercayaan dengan Iran guna menghindari konflik bersenjata. Pernyataan ini disampaikan oleh Duta Besar AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Jumat malam (21/3).

Sebelumnya pada 7 Maret, Trump mengaku telah mengirim surat kepada Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, yang berisi ajakan untuk melanjutkan negosiasi terkait program nuklir Iran.

“Surat itu pada dasarnya menyatakan: ‘Saya adalah presiden perdamaian. Itulah yang saya inginkan. Tidak ada alasan bagi kita untuk menyelesaikan ini secara militer. Kita harus berdialog,’” ujar Witkoff kepada komentator politik sayap kanan, Tucker Carlson, seperti dikutip oleh The National.

Sementara dalam pidato yang disiarkan secara langsung di televisi pada Jumat, Ayatullah Khamenei menegaskan bahwa tekanan dan ancaman dari AS tidak akan berhasil terhadap Iran.

Witkoff juga mengungkapkan, AS terus melakukan komunikasi dengan Iran melalui “saluran belakang” yang melibatkan berbagai negara dan jalur diplomasi.

“Trump terbuka terhadap segala peluang untuk menyelesaikan masalah dengan Iran, memungkinkan mereka kembali ke komunitas internasional, dan menjadi bangsa besar sekali lagi. Ia ingin membangun kepercayaan dengan mereka,” tambah Witkoff.

Pada 2018, dalam masa jabatan pertamanya, Trump menarik AS dari kesepakatan nuklir multilateral dengan Iran, meskipun perjanjian tersebut telah didukung oleh Resolusi Dewan Keamanan PBB 2231.

Kesepakatan nuklir yang dikenal sebagai Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) bertujuan untuk membatasi aktivitas nuklir Iran dengan imbalan pencabutan sanksi ekonomi dan keuangan. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) telah mengonfirmasi bahwa Iran sepenuhnya mematuhi ketentuan perjanjian tersebut sebelum AS menarik diri.

Jake Sullivan, penasihat keamanan nasional Presiden Joe Biden, menilai Trump membatalkan kesepakatan ini terutama karena perjanjian tersebut dibuat di bawah pemerintahan Barack Obama.

Setelah AS keluar dari kesepakatan, Iran tetap mematuhi perjanjian selama satu tahun. Namun, karena tidak ada tindakan dari negara-negara Eropa untuk mengompensasi sanksi AS, Iran secara bertahap mulai meningkatkan kembali aktivitas nuklirnya.

Tags:

Tinggalkan Komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *