Takut Kejahatan Rezim Al-Jolani, Ribuan Warga Suriah Mengungsi ke Lebanon
POROS PERLAWANAN – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melaporkan bahwa ribuan warga Suriah telah melarikan diri ke Lebanon akibat meningkatnya kejahatan yang dilakukan oleh kelompok teroris yang berafiliasi dengan Abu Mohammad al-Jolani, pemimpin Haiat Tahrir al-Sham (HTS).
Menurut laporan Russia Today pada Rabu (26/3), Komisaris Tinggi PBB untuk Pengungsi (UNHCR) mengungkapkan bahwa lebih dari 21.000 warga Suriah telah memasuki Lebanon secara ilegal sepanjang bulan ini. Lonjakan pengungsi ini terjadi akibat memburuknya situasi keamanan di Suriah, terutama di wilayah utara dan barat laut yang menjadi medan pertempuran antara berbagai kelompok bersenjata. UNHCR juga mencatat bahwa jumlah pengungsi dalam bulan-bulan sebelumnya bahkan lebih tinggi dari angka saat ini.
Laporan tersebut menjelaskan, gelombang pengungsian besar-besaran dipicu oleh eskalasi kekerasan yang terjadi sejak awal Maret. Serangan militer dan aksi teror yang dilakukan oleh kelompok bersenjata yang berafiliasi dengan rezim Takfiri Al-Jolani telah memaksa ribuan warga sipil meninggalkan rumah mereka. Banyak dari mereka nekat menyeberangi perbatasan ke Lebanon melalui jalur ilegal, termasuk rute sungai yang berbahaya, untuk menghindari pengejaran dan kekerasan lebih lanjut. Selama perjalanan, banyak pengungsi mengalami luka-luka akibat kondisi medan yang sulit serta tindakan kekerasan yang mereka hadapi di sepanjang rute pelarian.
Dalam beberapa pekan terakhir, kelompok teroris yang dipimpin Al-Jolani dilaporkan telah melakukan pembantaian terhadap ratusan warga sipil, terutama di daerah yang dihuni komunitas Alawi. Serangan ini semakin meningkatkan ketakutan di kalangan masyarakat, yang pada akhirnya memicu eksodus massal menuju Lebanon sebagai tempat perlindungan sementara.
Peningkatan jumlah pengungsi Suriah di Lebanon juga memicu kekhawatiran di kalangan otoritas setempat, mengingat krisis ekonomi dan sosial yang sedang melanda negara tersebut. Pemerintah Lebanon telah berulang kali meminta komunitas internasional untuk memberikan bantuan guna menangani lonjakan pengungsi yang terus bertambah.
