Kepala Dewan Politik Tertinggi Yaman: Saudi Harus Hentikan Agresi dan Cabut Blokade Yaman
POROS PERLAWANAN – Kepala Dewan Politik Tertinggi Yaman, Mahdi Al-Mashat, menegaskan bahwa jika Arab Saudi benar-benar berkomitmen terhadap perdamaian dan keamanan kawasan, maka mereka harus mengambil langkah nyata untuk menerapkan perjanjian yang mengarah pada perdamaian yang komprehensif dan permanen.
Menurut Kantor Berita Sabanews, Rabu (26/3), dalam pidatonya memperingati Sepuluh Tahun Perlawanan Nasional melawan koalisi Saudi, Emirat, dan Amerika, Al-Mashat menyatakan rasa syukurnya atas keteguhan rakyat Yaman dalam perjuangan mereka.
Komitmen Yaman terhadap Perlawanan
“Hari Perlawanan Nasional melengkapi satu dekade jihad besar, kesabaran, keteguhan hati, dan perlawanan legendaris rakyat Yaman,” ujar Al-Mashat.
Ia menegaskan bahwa Yaman akan menghadapi siapa pun yang mencoba melemahkan keteguhan rakyatnya, menduduki tanah mereka, dan mengembalikan pengaruh asing setelah keberhasilan Revolusi 21 September 2014.
Al-Mashat menyoroti, perayaan ini berlangsung di tengah agresi baru yang dilakukan Amerika Serikat terhadap Sanaa dan beberapa provinsi lainnya, yang telah menyebabkan korban jiwa dan luka-luka di kalangan warga sipil.
“Agresi Amerika ini dilakukan untuk mendukung rezim Zionis setelah Yaman secara terbuka menunjukkan dukungannya terhadap rakyat Palestina,” tambahnya.
Tuntutan terhadap Arab Saudi
Lebih lanjut Al-Mashat menegaskan, jika Arab Saudi benar-benar ingin mewujudkan perdamaian, mereka harus menghentikan agresi, mencabut blokade, dan menarik pasukan asing sepenuhnya dari Yaman.
Ia juga menekankan, Saudi harus menyelesaikan semua dampak agresi mereka, termasuk kasus tahanan, pembayaran kompensasi, serta rekonstruksi infrastruktur Yaman yang hancur akibat perang.
Dukungan Berkelanjutan untuk Palestina
Dalam pidatonya dihadapan ribuan rakyat Yaman di Sanaa, Al-Mashat menegaskan kembali komitmen Yaman terhadap Palestina dan dukungan tanpa syarat bagi rakyat Gaza.
“Kami akan terus menjalankan operasi kami untuk mendukung Gaza tanpa mempedulikan konsekuensi apa pun. Agresi Amerika tidak akan menghentikan kami dari tujuan ini,” tegasnya.
Ia menyerukan kepada masyarakat internasional untuk mengambil sikap tegas terhadap intimidasi Amerika serta menentang tindakan represif yang dilakukan terhadap negara-negara berdaulat.
Al-Mashat juga menyoroti ancaman yang ditimbulkan oleh Zionisme terhadap perdamaian dan keamanan global, serta menekankan bahwa dunia kini semakin memahami bahwa Amerika Serikat hanya bertindak demi kepentingannya sendiri tanpa mempertimbangkan konsekuensi bagi negara lain.
Dengan meningkatnya ketegangan di kawasan, Al-Mashat menutup pidatonya dengan menegaskan, perjuangan rakyat Yaman akan terus berlanjut hingga tercapainya keadilan dan kebebasan penuh bagi negara mereka.
